Bupati Resmikan Dua Kantor BP3K

Pemerintah Kabupaten Sintang terus bekerja keras mengambil peran dalam mewujudkan ketahanan pangan. <p style="text-align: justify;">Peranan para penyuluh luar biasa penting dalam membangun pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan. Hal tersebut disampaikan Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M. Si saat meresmikan  Bangunan Gedung Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kayan Hilir dan Ketungau Hilir serta Gudang Cadangan Pangan Pemkab Sintang di Desa Baung Sengatap Kecamatan Ketungau Hilir pada Selasa, 4 Juni 2013.<br /><br />"Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan sudah jelas mengharuskan kita untuk menata dan membangun kelembagaan penyuluhan yang tangguh di tingkat kecamatan. Gedung BP3K ini harus menjadi tempat bertemu, berdiskusi, dan merancang strategi membangun pertanian. <br /><br />Para penyuluh seharusnya ada di desa bukan di kantor camat. Kegiatan yang dilaksanakan para penyuluh dikendalikan oleh kepala desa yang memiliki wilayah dan masyarakat secara langsung. Kepala Desa harus tahu, penyuluhan seperti apa yang diperlukan oleh masyarakatnya. Prinsip penyuluhan adalah memberikan motivasi dan memberdayakan masyarakat petani. Maka pendampingan sangat penting untuk terus dilakukan penyuluh kepada masyarakat, apalagi cara bertani modern belum dikuasai dengan baik oleh masyarakat kita.<br /><br />Kepala BP4KP Florentinus Anum menyampaikan bahwa kantor ini untuk para petani dalam merancang kegiatan untuk membangun  pertanian, perikanan, dan kehutanan di wilayaha kecamatan ketungau hilir.<br /><br />BP3K Ketungau Hilir ada di Desa Baung Sengatap, sementara BP3K Kayan Hilir ada di Desa Nanga Tikan. Kita juga membangun gudang cadangan pangan yang berkapasitas  60 ton, sehingga kita akan koordinasi dengan pihak Bulog. Luas lahan ada 2 hektar sehingga kita akan bangun demplot entris pembibitan karet unggul.<br /><br /><br />Dari 14 kecamatan, tinggal 4 kecamatan yang belum ada kantor BPP yakni Serawai, Ambalau, Sintang dan Ketungau Tengah. Dari 10 kantor yang sudah dibangun, ada persoalan di Sungai Tebelian yang statusnya milik propinsi dan di Sepauk, tanahnya milik propinsi. Kita akan segera urus persoalan ini. Kantor BP3K Ketungau Hilir dan Kayan Hilir merupakan model standar pembangunan kantor penyuluh.<br /><br />Kita selain kegiatan  peresmian, juga akan dilakukan penanaman perdana.<br />Lokasi pembangunan kantor di Baung Sengatap dan Nanga Tikan masing-masing seluas 2 hektar diberikan kepala desa secara gratis kepada kami.<br /><br />Ke depannya, kepala BP3K di setiap kecamatan akan disetarakan dengan eselon IV a yang selama ini disebut koordinator,  karena mereka merupakan ujung tombak pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan yang langsung menjangkau masyarakat desa dan dusun.<br /><br />Saat ini ada 133  orang penyuluh yang berada ada di lapangan. 109 orang merupakan PNS dan  sisanya 24 orang merupakan  tenaga harian lepas. Dari 109 PNS tersebut, 40 persen diantaranya akan pensiun tahun ini. Saya berharap 24 orang ini bisa diangkat menjadi PNS bahkan ditambah dengan merekrut PNS lagi.<br /><br />Kepala Desa Baung Sengatap Petrus Gan menyampaikan memang mendukung pembangunan pertanian sehingga memberikan lokasi secara gratis untuk pembangunan kantor BP3K. "Kami juga akan berikan tanah 1 hektart gratis jika Pemkab Sintang mau bangun puskesdes" jelas Petrus Gan.<br /><br />"Kami berharap pertemuan antara petani, penyuluh dan kelompok tani bisa selalu berkumpul dan berdiskusi di kantor ini. Pupuk masih sulit dan kami memerlukan bibit sawit karena masyarakat sulit modal" tambah Petrus Gan.<br /><br />Camat Ketungau Hilir Lunsa Balu menyampaikan kebanggan akan gedung yang megah ini sehingga ke depannya kami berharap ketungau hilir bebas beras miskin. "Saya berharap kerjasama yang baik antara pemerintah kecamatan dan para penyuluh. Informasi dan data tentang luasan sawah di setiap desa dan sebagainya tentu penyuluh lebih tahu. Dan sawah yang terluas ada di desa Semajau Mekar. Di Desa Sempadik malah kelebihan produksi padi sehingga mereka bingung akan dipasartkan kemana beras mereka.<br /><br />"Masyarakat kami sangat antusias dengan pertanian, perikanan dan perkebunan. Banyak saya tandatangani proposal pembentukan kelompok tani, saya senang sekali. Tetap saya selektif kalau menandatangani proposal untuk minta dana" jelas Lunsa Balu. <strong>(das/ss)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.