Bupati Rupinus: Nanggok Bersama Adalah Tradisi Yang Bagus

SEKADAU – Warga desa Rawak Hilir Nanggok bersama di Danau Sekameh dusun Jabai Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau, Sabtu (4/8/18) pagi.

Ukuran danau Sekameh ini cukup besar yakni 130×30 meter. Kegiatan nanggok bersama ini dilakukan oleh masyarakat Rawak Hilir setiap tahun.

Kegiatan Nanggok bersama ini dibuka oleh Bupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si diikuti oleh rastusan penanggok. Selain ikan yang memang sudah ada di danau Sekameh, dari Panitia juga sudah melepaskan ikan paten 1 hari sebelumnya sebanyak 200 ekor. 200 ikan paten paten yang dilepaskan juga sudah ditandai khusus oleh Panitia.

Bagi penanggok yang mendapat ikan paten terbanyak diberikan hadiah yamg terdiri dari pemenang 1,2 dan 3 dari panitia. Dan penanggok yang mendapat ikan terbanyak juga mendapat hadiah dari pemenang 1 sampai 10 orang. Lama waktu nanggok bersama yang ditentukan oleh panitia selama 1 jam 30enit.

Kades Rawak Hilir Abdul Azis mengatakan, sekitar bulan depan Bupati Sekadau akan melepaskan 20 ribu ekor ikan paten di danau Sekameh. Jadi, tahun depan kita juga akan nanggok bersama kembali didanau ini.

“Jangan ada yang mendahului mengambil ikannya nanti kita akan buat peraturan desa (Perdes). Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi,” tegas Azis saat memberi sambutan ditepi danau Sekameh.

Terkait danau Sekameh ini Azis katakan akan menata tepi danau ini dan akan dibuatkan tempat duduk serta jalan keliling danau.
Di Rawak Hilir kata dia, ada dua danau yakni danau Sekameh dan danau Raka. Setiap tahun rutin kita lakukan nanggok bersama,” ujarnya.

Selanjutnya sambutan dari BRPPUPP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Palembang Taufiq Hidayah, A.Pi, M.Si mengatakan, kami sangat bangga, dalam kegiatan seperti ini Bupati bisa hadir.

Ia sampaikan, Peneliti muda bersama Tim dibantu oleh Penyuluh Perikanan PNS dan PPB sedang melaksanakan tugas penelitian di sungai kapuas dan sekitarnya.

“Kami menemukan tempat yang cocok untuk penelitian yakni di danau Sekameh. Mudah-mudahan kedepan bisa kami sampaikan pengelolaan lebih baik khususnya di Kabupaten Sekadau,” ucap Taufiq.

Bupati Sekadau, Rupinus, SH, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa nanggok
adalah cara menangkap ikan secara tradisional dengan kearifan lokal. Karna jika menggunakan tuba ikan habis.

Ini adalah kearifan lokal, seperti pasang bubu dan nanggok yang dapat hanya ikan besar ikan yang kecil dilepas. Jadi tidak dibabat habis serta kita harus pikirkan untuk kedepan,” ucapnya.

Kalau bisa, danau ini menjadi milik bersama dan dirawat baik-baik. Kalau belum ada ikan dibudidayakan dilepaskan disini, jangan di pancing. Setelah ada ikannya kemudian adakan kegiatan seperti ini,” pesannya.

“Ini tradisi yang bagus dan tradisi ini menarik sekali menangkap ikan menggunakan cara yang disarankan serta tidak menggunakan bahan kimia yang membahayakan,” ucap Bupati Rupinus.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan, Sandae, unsur Forkopimda, Camat Sekadau Hulu Yangsun serta TNI dan Polri. (AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.