Bupati Sekadau Buka Kegiatan Pertemuan Akselerasi STBM

SEKADAU, KN – Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana adakan Pertemuan Akselerasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Kegiatan digelar di salah satu Aula Hotel Kabupaten Sekadau, Kamis (7/11).

Bupati Sekadau, Rupinus yang sekaligus membuka kegiatan acara ini mengatakan, STBM adalah salah satu program yang ditetapkan oleh menteri kesehatan, berdasarkan peraturan menteri kesehatan nomor 3 tahun 2014 sebagai salah satu upaya mencapai universal acces 100-0-100 yang tertuang dalam RPJMD 2015-2019 yaitu 100 persen akses air minum yang berkelanjutan 0 persen kawasan kumuh perkotaan dan 100 persen akses sanitasi yang layak.

Untuk mendukung program STBM kata dia, pemerintah telah meluncurkan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS) yang merupakan kolaborasi yang melibatkan 5 kementrian dan lembaga yang terdiri dari Bappenas, Kemndagri, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan serta Kementerian Desa dan Transmigrasi untuk tingkat pusat.

“Sedangkan untuk daerah provinsi dan kabupaten melibatkan unsur pemerintah daerah/SKPD terkait, Bappeda, Litbang, dinas PUPR, dinas Kesehatan, PP dan KB dan dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Sekadau juga telah berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan STBM yang dibuktikan dengan di terbitkannya peraturan Bupati Sekadau (Perbup) nomor 51 tahun 2017 tentang gerakan pelaksanaan sanitasi total berbasis masyarakat.

“Dengan adanya regulasi ditingkat kabupaten diharapkan bisa menjadi acuan dari semua stake holder baik tingkat kabupaten, kecamatan dan desa dan seluruh komponen masyarakat lembaga donor, PKK, LSM, pihak swasta dan WVI, untuk dapat melaksanakan program ini dengan baik sehingga Kabupaten Sekadau bisa ODF ditahun 2020 atau paling lama tahun 2025,” harapnya.

Untuk di kabupaten Sekadau kata dia, capaian akses sanitasi hingga tahun 2019 ada 71,79 persen berada pada peringkat 5 dari 14 kabupaten kota di Kalimantan Barat dengan jumlah desa ODF sebanyak 8 desa yang sudah di deklarasi dari 87 desa yang ada (8,19 persen). Untuk desa yang sudah melaksanakan STBM sebanyak 87 desa dari 87 desa (100 persen).

Bupati mengatakan, akses jamban dan desa ODF yang tinggi ada di Kecamatan Nanga Taman dengan akses 84,3 persen. Dan 4 desa yang ODF yaitu, desa Lubuk Tajau, Pantok Meragun dan Nanga Kiungkang. Disusul Kecamatan Belitang Hulu 79, 4 persen, Kecamatan Belitang 79 persen dengan 1 desa ODF yakni desa Menua Prama, Kecamatan Sekadau Hilir 77 persen dengan 2 desa ODF yakni desa Semabi dan Selalong, Kecamatan Sekadau Hulu 70, 4 persen denga 1 desa ODF yakni desa Sekonau, Kecamatan Belitang Hilir 58, 1 persen dan Kecamatan Nanga Mahap 47, 6 persen.

Peserta diikuti oleh, Kapolres Sekadau, Perwira Penghubung Kodim 1204 Sanggau, Bappeda Litbang, Dinas PUPR, Dinas Perkimtan, Dinas PMDes, Dinas Kominfo, Ketua TP PKK, Camat se-kabupaten Sekadau, Lepala Puskesmas, DC PAMSIMAS, Fasilitator P3MD, WVI, Kapolsek dan para Kades. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.