Bupati Sintang: Dikotomi Gender Harus Dihapuskan

Bupati Sintang Milton Crosby menyayangkan sebagian besar masyarakat masih memegang mitos hubungan antara kaum wanita dengan pria yang cenderung menempatkan perempuan pada posisi terbelakang. <p style="text-align: justify;"><br />"Akibat dari determinasi biologis, seringkali mengakibatkan proses marjinalisasi perempuan. Ini karena adanya dikotomi peranan antara pria dan wanita," ujarnya pada acara pengukuhan pengurus Perhimpunan Perempuan Dayak (P2D) Kabupaten Sintang, di Sintang, Jumat.<br /><br />Selain itu, lanjut dia, adanya konsep beban kerja ganda yang menegaskan bahwa tugas perempuan adalah ibu rumah tangga.<br /><br />Bahkan, ujar dia, fungsi perempuan dalam masyarakat sifatnya hanya sekunder.<br /><br />"Ini juga yang cenderung menghalangi proses aktualisasi potensi perempuan secara utuh" kata dia.<br /><br />Ditambahkan dia, urusan pemberdayaan perempuan merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah dimana pemerintah memberikan peran yang seluas-luasnya kepada perempuan untuk turut serta berpartisipasi dalam pembangunan.<br /><br />"Apalagi saat ini Kabupaten Sintang masuk dalam nominasi penerima Anugerah Parahita Ekapraya bagi Pelaksana Pengarusutamaan Gender Terbaik dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI," ungkapnya.<br /><br />Menurut Milton, keberadaan organisasi perempuan seperti P2D merupakan instrumen penting dalam mewujudkan arah dan kebijakan pembangunan daerah.<br /><br />"Artinya, apa yang menjadi prioritas pembangunan daerah tidak akan terwujud dengan baik tanpa adanya partisipasi serta dukungan dari organisasi wanita," jelasnya.<br /><br />Bupati berharap keberadaan Perhimpunan Perempuan Dayak Kabupaten Sintang dapat menjadi energi sosial dalam meningkatkan kualitas dan derajat kaum perempuan.<br /><br />Sementara itu, Ketua DPD P2D Kalimantan Barat, Katharina Lies mengatakan, dengan pelantikan tersebut, maka diharapkan perempuan Dayak di Sintang bisa dimaksimalkan perannya melalui organisasi itu.<br /><br />"Wanita Dayak juga perlu mengembangkan dirinya sebagai bagian dari wanita dan masyarakat Indonesia, dan inilah satu diantara upaya yang bisa dilaksanakan agar adat istiadat masyarakat Dayak bisa tetap terjaga dan dilestarikan," kata dia. <strong>(*)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.