Cegah DBD, Kadinkes Melawi Minta Efektipkan Pembasmi Wabah DBD Dengan 4M Plus

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi, dr Ahmad Jawahir mengatakan sebanyak 34 orang warga Melawi terkena Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus ini tercatat dari awal Bulan Januari hingga Bulan Mei 2017. <p style="text-align: justify;">Ahmad menerangkan, data ini merupakan hasil laporan dari petugas Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Melawi. Ahmad juga mengatakan, bahwa memasuki Bulan Juni 2017 ini belum ada peningkatan warga terkena DBD.<br /><br />Menurut Ahmad, penyebaran kasus DBD ini terbesar di Desa Paal, Kenual, Tanjung Niaga, Sidomulyo dan Desa Kelakik. Dia meminta warga menggiatkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dan membiasakan pola perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungannya masing-masing.<br /><br />Dijelaskannya, upaya fogging atau pengasapan untuk memberantas nyamuk Aedes Agepty yang membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah itu, bukan merupakan cara yang efektif. Menurutnya, fogging kurang efektif karena dalam penggunaannya cenderung menyemprot secara massal diruangan terbuka.<br /><br />Hasil penelitian yang dilakukan kata Ahmad, fogging bukan cara yang efektif memberantas nyamuk. Seharusnya menggunakan program pemerintah 4M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur dan Memantau) dan Plusnya tidak menggantung kain kotor, memelihara ikan ditempat air jernih, membasmi nyamuk (menggunakan insektisida) dan menggunakan kelambu<br />Ahmad menerangkan, cuaca hujan yang hampir terjadi setiap hari saat ini merupakan kondisi yang tepat bagi nyamuk aedes aegypti untuk berkembang biak. <br /><br />“Strategi awal yang harus dilakukan adalah memberikan edukasi masyarakat mengenai penyakit DBD dan pencegahannya melalui 4M Plus,” sebut Ahmad diruang kerjanya.<br /><br />Selain itu Ahmad menegaskan, persepsi masyarakat juga perlu diluruskan terkait metode pencegahan yang paling efektif dan efisien. Salah satu bentuk pencegahan penyakit DBD adalah melalui kegiatan 4M Plus secara rutin. Jadi lanjut Dia, fogging tidak lagi efektif untuk menumpas nyamuk berbahaya itu.<br /><br />Lebih jauh dikatakan Ahmad, program 4M Plus itu sudah terbukti hingga saat ini seperti di Desa Sidomulyo, Dusun Rondah Permai, tidak ada lagi warga terserang DBD. <br /><br />“Maka kegiatan program 4M Plus ini merupakan metode pencegahan penularan penyakit DBD yang paling mudah dilakukan masyarakat dan tidak membutuhkan biaya,” ujarnya.<br /><br />Ditambahkan Ahmad, mengenai 4M Plus harus terus digalakkan di seluruh wilayah, masyarakat hendaknya paham, bahwa 4M Plus merupakan metode pemberantasan nyamuk yang lebih efektif dan efisien dibandingankan dengan fogging yang masih banyak kekurangan dan kendalanya di lapangan.<br /><br />“Tentunya pekerjaan ini harus dilakukan bersama-sama, melibatkan seluruh elemen masyarakat dengan pola hidup bersih termasuk menerapkan program 4M Plus, agar jumlah kasus DBD tidak bertambah,” tutupnya. (KN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.