CSR PT.SSA & PT.SHP Luncurkan Lagi Program Pendidikan Paud

CSR merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan yang didasari tiga prinsip dasar yang meliputi profit, people, dan planet (3P). Intinya yaitu tetap mencari keuntungan (profit) demi menjamin keberlangsungan perusahaan, tetapi seraya tetap peduli terhadap kesejahteraan karyawan dan manusia (people) serta harus peduli terhadap keberlanjutan lingkungan hidup (planet). <p style="text-align: justify;">Atas dasar itulah, PT.SSA dan SHP yang beroperasi di kecamatan Ambalau dan Serawai, terus berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat diwilayah kerjanya sebagai bukti dari komitmen perusahaan saat pertama kali masuk di wilayah tersebut.<br /><br />Bukti komitmen tersebut dilaksanakan pada tanggal 10 dan 11 September 2013 dengan meluncurkan sejumlah alat-alat peraga, untuk proses belajar pada beberapa Pendidikan bagi anak usia dini di dua wilayah operasi perusahaan.<br /><br />Menurut Manager CSR PT.SHP dan SSA, Yohanes Supriadi pemberian bantuan tersebut adalah upaya dari perusahaan untuk mencerdaskan program pendidikan khususnya bagi anak usia dini di Sewarai dan Ambalau.<br /><br />"Itu sudah menjadi komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, bekerja dengan para karyawan perusahaan, keluarga karyawan, komunitas lokal, dan komunitas secara keseluruhan dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan di wilayah operasional kami. Kali ini kami wujudkan untuk dunia pendidikan usia dini," ujar Yohanes, pada Selasa malam (10/09/2013) di Balai Pertemuan Kecamatan Serawai.<br /><br />Khusus untuk pendidikan, lanjut Yohanes, pihaknya juga sudah memberikan berbagai bantuan baik untuk guru ataupun bea siswa bagi mahasiswa.<br /><br />"Selain memberikan beasiswa kepada mahasiswa, kami juga membantu PAUD. Sebab ini penting untuk membangun karakter anak-anak sejak usia dini. Tahun lalu kita memberikan bea siwa bagi 16 orang mahasiswa asal Serawa-Ambalau, dan terus dilaksanakan untuk tahun-tahun mendatang. Kita juga memberikan bea siswa untuk guru yang belum berpendidikan S-1 serta juga pelatihan kompetensi bagi guru," ungkapnya.<br /><br />Menurutnya, pengembangan PAUD tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun peran serta swasta seperti yang pihaknya lakukan dan masyarakat justru yang lebih penting. <br /><br />"Untuk saat ini memang baru 5 PAUD yang dibantu khusus diwilayah kerja kita di Serawai dan Ambalau. Perlu diketahui, usia nol hingga enam tahun merupakan masa keemasan seorang anak. Mereka yang mendapatkan layanan PAUD pada usia tersebut memiliki prestasi akademik yang lebih baik dibanding yang tidak mendapatkan layanan. Anak-anak PAUD juga menunjukkan karakter dan kreativitas yang lebih bagus saat masuk sekolah dasar," kata Manager CSR ini. Ditambahkan, untuk tahun depan pihaknya akan fokus pada program kesehatan dan infrastruktur <br /><br />Sementara itu, Camat Serawai, Oktavianus Harsumpeda menyambut gembira peluncuran program CSR bidang pendidikan, salah satunya  bagi PAUD yang ada di wilayahnya. "Kita butuh peran serta masyarakat, dan perusahaan karena PAUD merupakan pondasi tumbuh kembang anak,” tuturnya.<br /><br />PT.SSA dan SHP untuk bantuan ini menyerahkan ke masing-masing pengelola PAUD berupa seperangkat alat permaian edukatif, rak buku, dan operasional awal untuk pengelola PAUD senilai Rp 1.550.000. Acara peluncuran program CSR ini disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja & Transmigrasi kabupaten Sintang Florensius Kaha dan staf, Manager HR Regional Kalimantan Rahmat Kamal, Soh See Hong, General Manager PT SHP dan SSA, jajaran manager PT SHP dan SSA, Camat Serawai dan Camat Ambalau,  serta sejumlah tokoh masyarakat.<br /><br />Untuk Kecamatan Serawai terdapat 4 PAUD yang menjadi pilot project CSR seperti Desa Nanga Serawai, Nanga Mentatai, Begori dan Gurung Sengiang. Sedangkan di Kecamatan Ambalau PAUD Karunia Kasih Nanga Kemangai.</p> <p style="text-align: justify;"><img src="../../data/foto/imagebank/20130915231112_FA71D42.JPG" alt="" width="627" height="450" /></p> <p style="text-align: justify;"><br /><strong>Pembangunan Klinik Di Camp Perkebunan</strong><br /><br />Sementara itu Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sintang mewacanakan kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Serawai dan Ambalau agar perusahaan di daerah itu menyeriusi program CSR atau kepedulian sosial perusahaan untuk peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat yang menjadi pekerja di perusahaan.<br /><br />Menurut Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Sintang Florensius Kaha wacana yang ditawarkan adalah agar perusahaan bersedia untuk mendirikan klinik di camp-camp milik perusahaan, yang secara geografis terletak jauh dari jangkauan pusat kesehatan masyarakat yang berada di pusat kecamatan.<br /><br />"Saya pikir itu jalan yang terbaik untuk mengatasi masalah kesehatan bagi warga masyarakat yang bekerja di camp perusahaan yang sangat jauh dari akses pelayanan kesehatan yang ada di pusat kecamatan," ujar Kaha, Rabu (11/09/2013) di desa Kemangai Kecamatan Ambalau, usai mengadakan kegiatan sosialisasi.<br /><br />Terkait masalah kesehatan warga yang bekerja dicamp perusahaan, dirinya mengaku banyak mendapatkan keluhan yang disampaikan via SMS ataupun telepon.<br /><br />"Meskipun tak secara langsung menanggapinya, namun apa yang disampaikan oleh mereka, merupakan masukan yang harus di carikan jalan keluarnya. Sebab jika ini tidak diselesaikan, akan mempengaruhi produktifitas kinerja yang otomatis akan juga mempengaruhi kelancaran roda ataupun kegiatan perusahaan. Kita menginginkan ada keseimbangan serta kenyamanan baik oleh warga masyarakat sebagai pekerja dan perusahaan," tambahnya.<br /><br />Sebagai pilot projectnya, kepada pihak perusahaan dimintakan untuk membangun klinik di camp PT. SHP yang ada di Kecamatan Serawai. Dikecamatan ini terdapat 3 camp yakni desa Mentatai, Desa Serawai dan Begori.<br /><br />"Kita harapkan dapat direalisasikan di salah satunya dulu. Kalau harus langsung semuanya dibuat, tentu akan memberatkan perusahaan. Kami melihat sampai saat ini CSR kesehatan yang dilakukan perusahaan baru sebatas  pengobatan gratis, WC umum/sanitasi, posyandu atau bantuan air bersih. Bukan kita mengatakan bahwa kegiatan itu tidak ada manfaatnya, hanya saja kurang menyentuh permasalahan pokok. Nah ini yang harus diperbaiki ke depannya,"kata Kaha.<br /><br />Dengan kesediaan dari perusahaan untuk membangun klinik di camp-camp perusahaan, juga akan membantu tenaga medis seperti bidan/perawat serta mantri yang putra daerah dapat berkarya diperusahaan dengan membantu kesehatan masyarakat yang juga artinya membantu produktifitas tenaga kerja bagi perusahaan.<br /><br />"Saya pikir masih banyak bidan/perawat  warga Serawai dan Ambalau yang belum dapat memerankan ilmu yang diperolehnya selama pendidikan mereka. Dengan adanya klinik yang dibangun perusahaan tentunya mereka dapat bekerja dengan standar upah yang baik yang dibiayai melalui program CSR. Dengan adanya kepedulian sosial  perusahaan di daerah itu, diharapkan kerja sama tersebut mampu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, terutama mereka yang berada di camp perkebunan kelapa sawit milik perusahaan." jelasnya.<br /><br />Menanggapi usulan tersebut, Manager CSR PT.SSA dan SHP, Yohanes Supriyadi sangat menyambut positif dan menyebutnya selaras dengan program utama CSR yang salah satunya adalah masalah kesehatan.<br /><br />"Kita berterima kasih dengan usulan tersebut, dan itu memang juga merupakan bagian dari program utama CSR bidang kesehatan. Kita akan membahasnya lebih lanjut dan sebagai langkah awal, kita akan melakukan studi banding disalah satu perusahaan. Untuk tenaga kesehatannya jika klinik tersebut ada, kita akan gerakan mereka ke camp lainnya yang belum memiliki klinik," ungkapnya.<br /><br />Menurut Yohanes, sangat memungkinkan untuk merealisasikan klinik sebab salah satu program CSR prioritas tahun depan adalah bidang kesehatan dan infrastruktur. <br /><br />"Kami yakin keseriusan pihak perusahaan dengan memberikan bantuan berbagai sarana dan prasarana kesehatan akan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menekan berbagai kasus penyakit," ucapnya.<br /><br />Sementara itu HR Regional Kalimantan, Rachmat Kamal menyatakan penghargaannya atas masukkan yang disampaikan  pihak Dinsosnakertrans Sintang agar pihaknya dapat membangun klinik/poliklinik kebun yang dikhususkan untuk warga masyarakat  setempat yang bekerja di camp perkebunan. Meskipun nantinya belum dapat membangun secara keseluruhan, seperti yang diinginkan, tapi pihaknya akan merealisasikan satu klinik di camp yang ada di Serawai sebagai bukti keseriusan perusahanan terhadap kesehatan masyarakat.<br /><br />"Harapan kita dapat direalisasikan satu klinik dulu. Jika semuanya berjalan lancar, saya yakin klinik yang lainnya juga dapat kita segera realisasikan. Kita tetap meminta bantuan kepada pemerintah melalui instansi terkait untuk rencana ini. Sebenarnya banyak program yang telah direncanakan, tapi kita tetap memilah untuk yang skala prioritas, seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur lainnya. Yang lebih utama adalah kerjasama dari semua pihak, sehingga kelangsungan usaha berjalan lancar dan pada gilirannya akan memberikan kontribusi yang baik bagi tidak hanya untuk perusahaan, tapi juga masyarakat dan pemerintah," pungkasnya. (*)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.