DAD Diharapkan Berhati-Hati Laksanakan Tugasnya

Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah diharapkan berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya dan jangan sampai berbenturan dengan hukum. <p style="text-align: justify;">"Tugas DAD ada batasannya. Jadi jangan sampai bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku, sebab hal itu akan berbenturan dengan hukum," kata Wakil Bupati Kotim, Muhammad Taufiq Mukri di Sampit, Selasa.<br /><br />Pernyataan tersebut disampaikan pada pelantikan dan pengukuhan pengurus DAD kecamatan se-Kabupaten Kotim periode 2012-2017.<br /><br />Wabup mengatakan, dewan pengurus DAD wajib mempelajari dan menguasai prundang-undangan yang berlaku, sebab apabila salah melangkah maka akan tersangkut hukum.<br /><br />Sebagai pengurus DAD juga harus patuh dan taat terhadap undang-undang, serta harus mencermati sedetail mungkin agar dalam melaksanakan tugasnya tidak bertentangan dengan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.<br /><br />"Keberadaan DAD juga harus mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Kami pemerintah daerah sangat terbantu dengan adanya DAD. Untuk itu dewan pengurus harus bisa memilah antara adat dengan agama, namun adat haruslah bersinergi dengan agama," katanya.<br /><br />Sementara Ketua DAD provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabran Ahmad mengatakan, semua orang terutama masyarakat dayak harus patuh dan tunduk terhadap adat.<br /><br />Masyarakat juga harus dapat membedakan antara adat dengan agama, sebab adat tidak ada kaitannya dengan agama manapun, adat merupakan memiliki nilai leluhur yang wajib dilestarikan keberadaannya.<br /><br />"Tugas dan kewajiban dewan DAD ada batasannya dan tidak semua permasalahan bisa atau harus dilesaikan oleh DAD, untuk itu setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat harus dicermati," terangnya.<br /><br />DAD Kalteng juga sangat terbuka dan akan menghargai adat istiadat masyarakat non dayak atau dari kalangan lain yang berdomisili di Kalteng.<br /><br />"Silahkan masyarakat non dayak di Kalteng yang ingin mengembangkan adatnya di Kalteng, namun dengan syarat mereka harus menghormati dan menghargai adat dayak, karena kami juga menghargai keberadaan mereka," ungkapnya.<br /><br />Sementara Wakil Ketua DAD Kabupaten Kotim, Hamidan mengatakan dengan dilantik dan dikukuhkannya dewan pengurus DAD kecamatan se-Kabupaten Kotim diharapkan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya.<br /><br />"Pelantikan dan pengukuhan dewan pengurus itu dilakukan juga sebagai syarat untuk mengikuti atau menjadi peserta Musyawarah Daerah (Musda) DAD Kabupaten Kotim yang akan digelar pada 19 Juli 2012," ucapnya.<br /><br />Pelantikan dan pengukuhan dewan pengurus DAD kecamatan seharusnya dilaksanakan di setiap kecamatan, namun karena keterbatasan dana dan untuk menghemat waktu, maka acara itu dilakukan secara bersamaan di satu tempat. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.