Dampak Karhutla Hambat Kecerdasan dan Pertumbuhan Anak

PONTIANAK, KN – Kepala Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, SH, MH mengingatkan, Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang rawan terjadi kebakaran hutan, kebun dan lahan.

“Kita mengetahui bahwa kalimantan barat memiliki kondisi geografis yang memiliki bentangan 1 1/6 Pulau Jawa dengan luas daratan 110.000 km2, serta terdapat 14.680.790 ha lahan perkebunan dan pertanian, dan juga hamparan lahan gambut yang cukup luas di setiap wilayah Kalimantan Barat,” kata Kapolda Kalbar seusai gelar pasukan Operasi Bina Karuna Kapuas 2019 di Kabupaten Kubu Raya, Rabu 24 Juli 2019.

Ia juga menjelaskan, kondisi geografis Kalbar yang luas, menjadikan sebuah potensi bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuka lahan dengan cara membakar. Hal inilah yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Terjadinya kebakaran hutan, kebun dan lahan di areal yang luas dapat menimbulkan dampak yang besar, munculnya kabut asap dapat merusak saraf otak, menghambat kecerdasan dan pertumbuhan anak-anak, menggangu aktifitas belajar anak di sekolah, menimbukan penyakit infeksi saluran pernafasan, menghambat transportasi penerbangan, lalu lintas di darat dan di laut, menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Tahun 2015 merupakan fenomena terjadinya kebakaran hutan terbesar kalimantan barat selama 5 tahun terakhir. data menyebutkan seluas 2,6 juta hektar lahan di kalbar terbakar dan sekitar 504.000 orang terutama anak-anak terkena ispa, hilangnya keragaman hayati, terganggunya aktivitas ekonomi karena terjadinya pembatalan penerbangan baik internasional maupun domestik di mana terjadi hampir di sebagian pulau besar Indonesia khususnya Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Sebesar kurang lebih 220 triliyun rupiah kerugian ekonomi indonesia akibat karhutla. pada saat itu provinsi kalbar merupakan salah satu dari enam provinsi penyumbang asap terbesar di Indonesia,” papar Irjen Pol Didi Haryono.

Data hotspot di Kalimantan Barat pada tahun 2018, terdapat 2.842 titik api, dengan luas lahan yang terbakar 1.152,51 ha, dan berhasil di padamkan seluas 852,78 ha atau setara 73,99%. Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten yang menjadi penyumbang asap terbanyak di kalimantan barat, oleh karena itu pelaksanaan apel gelar pasukan tahun ini dilaksanakan di kabupaten kubu raya dengan harapan dapat meningkatkan kepedulian dan tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga wilayah kabupaten kubu raya dari terjadinya karhutla.

Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian kita bersama baik pemerintah, swasta dan masyarakat dalam mengantisipasi dan menanggulangi terjadinya karhutlah di tahun 2019 ini. Upaya penanggulangan karhutla dapat dilakukan dengan upaya preemtif antara lain pemetaan hot spot, deteksi dini, melakukan himbauan, melakukan sosialisasi kepada pihak perusahaan dan masyarakat, melakukan kegiatan koordinasi dengan instansi lain, memberdayakan peran bhabinkamtibmas dan babinsa serta kades/lurah sebagai kekuatan tiga pilar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, memberdayakan peran tomas dan mendorong pemda melakukan upaya sesuai tupoksinya.

“Ini tentunya merupakan hasil dari kerjasama antara Polri, TNI dan seluruh elemen masyarakat yang peduli untuk mencegah terjadinya karhutla. Upaya preventif antara lain dengan melakukan patroli bersama, patroli udara, mendatangi TKP dan melakukan pemadaman bersama stake holders lainnya serta mengajak masyarakat dan perusahaan guna mengantisipasi kebakaran. Kemudian melaksanakan gelar peralatan menghadapi Operasi Bina Karuna di Polda Kalbar maupun di kantor Gubernur, dengan melibatkan stake holders terkait dan elemen masyarakat yang peduli dengan pencegahan karhutla,” tutur Kapolda.

Upaya Gakkum dengan mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan kegiatan lidik, sidik, saksi ahli, gelar perkara dan menyerahkan berkas, barang bukti dan tersangka ke jaksa penuntut umum. Terdata sepanjang tahun 2018 terdapat 29 kasus karhutla yang ditangani Polda Kalbar dan jajaran dengan tersangka sebanyak 39 orang dan 1 orang korban meninggal dunia akibat karhutla.

Perlu kesadaran dari semua pihak pengguna lahan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Larangan ini sebagaimana telah di atur dalam undang-undang perkebunan maupun lingkungan hidup. Masyarakat yang membuka ladang dengan cara membakar harus dicarikan solusinya bagaimana mereka tetap dapat bercocok tanam dengan tidak membakar lahan.

“Berikan solusi yang berkaitan dengan sistem tanam dan permodalan yang tepat dan efisien,” pungkasnya.

Para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat tokoh pemuda dan instansi terkait, diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam mencegah dan menemukan solusi karhutla di Kalimantan Barat yang dapat menampung kepentingan dan kebutuhan semua pihak termasuk kebutuhan para petani ladang yang membuka lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

“Kami mengajak kepada seluruh peserta gelar pasukan dan semua segenap elemen masyarakat bersinergi, bersatu padu bahu membahu untuk memberikan solusi bagi permasalahan karhutla di Provinsi Kalimantan Barat yang kita cintai ini. Berdayakan petugas patroli desa untuk cegah karhutla dan giat patroli dititik beratkan pada titik hotspot, jika menemukan titik api segera dipadamkan. Laksanakan patroli terpadu TNI, Polri, Mangga Agni dan masyarakat peduli api serta mapping desa-desa yang berpotensi terjadinya karhutla,” pesannya lagi.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono berpesan kepada anggota yang terlibat Operasi Bina Karuna Kapuas-2019 agar melaksanakan operasi tersebut dengan ikhlas dan penuh rasa tanggungjawab serta dapat bekerjasama dengan komponen lainnya termasuk masyarakat, sehingga tujuan operasi ini mewujudkan Kalbar yang bebas dari asap dapat berjalan dengan lancar dan aman. (as)

Sumber: Polda Kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.