Dana BBM Tak Ada, Sampah Menumpuk

Sudah tiga hari sejumlah tempat pembuangan sampah sementara yang ada disudut sudut Kota Namga Pinoh penuh terisi dan belum ada diangkut oleh petugas kebersihan. <p style="text-align: justify;"><br />Akibatnya, sampah menjadi berserakan hingga kejalan bahkan sudah mengeluarkan bau yang busuk yang menyengat hidung.<br /><br />“Kita juga tidak tau, mengapa sampah sampah ini tidak diangkut. Biasanya setiap pagi dan sore hari sudah dibersihkan. Tapi sudah tiga hari ini tidak ada terlihat aktifitas pengangkutan sampah,” ungkap Misna, salah seorang pedagang Sayur yang berjualan di Jalan Kapten Markasan, Selasa ( 5/4).<br /><br />Ia berharap sampah yang menumpuk tersebut bisa segera diangkut, lantaran dapat mengganggu akrifitas jual beli masyarakat di komplek pasar tradisional, lantaran bau busuk dari sampah tersebut serta mengurangi keindahan dan kebersihan kota.<br /><br />“Kalau dibiarkan bisa menimbulkan penyakit dari sampah yang mulai membusuk, ujung ujungnya, masyarakat juga enggang mau berbelanja ke pasar sayur,” pungkasnya.<br /><br />Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Kebersihan dan Penanggulangan Sampah, Dinas Kebersihan, Pemadam Kebakaran dan Pertamananan Melawi, Sonten membenarkan bahwa pihaknya sudah beberapa hari ini tidak mengangkut sampah yang ada disejumlah tempat penampungan sementara (TPS). Hal itu disebabkan lantaran sejumlah armada pengakut sampah tidak bisa beroperasi, karena tidak ada bahan bakar minyak (BBM).<br /><br />“Anggaran untuk beli minyak sudah tidak ada. Jadinya armada kita tidak bisa beroperasin paling tidak setiap harinya membutuhkan sekitar satu drum solar dan bensin untuk oprasional kita dilapangan,” ungkap Sonten di ruangan kerjanya, Selasa ( 5/4).<br /><br />Dari 7 unit armada pengakut sampah, hanya tiga unit saja saat ini yang masih bisa difungsikan untuk kegiatan mengangkut sampah. Sisanya rusak dan membutuhkan perbaikan. Sedangkan untuk pengakutan sampah di dalam gang, pihaknya saat ini mengoperasikan sebanyak empat unit tosa. “ Kesemua unit saat ini terparkir di kantor kebersihan, karena mau bergerak minyak tidak ada. Ditambah lagi dana APBD kita yang belum keluar. Kami juga sudah berusaha mencari dana kesana sini untuk pemenuhan oprasional minyak,” bebernya.<br /><br />Pria ramah inipun mengaku sudah menyampaikan persoalan tersebut kepada Sekda dan Bupati Melawi agar bisa segera dicarikan jalan keluar. Tak hanya itu saja, hak bagi para pekerja harian lepas (PHL) juga belum diberikan sudah hampir empat bulan ini. Tak jarang, dirinya selalu ditanya oleh para PHL terkait kapan segera diberikan gaji untuk menghidupi kebutuhan anak istri sehari hari.<br /><br />“Kalau bagian penyapu jalan mereka masih bekerja, kecuali yang mengangkut sampah. Terkendala minyak itu tadi. Saya sangat apresiasi dengan seluruh petugas kebersihan yang masih tetap semangat ditengah sulinya ekonomi dan situsi saat ini,” timpalnya.<br /><br />Sonten mengungkapkan, dalam sehari biasanya sampah yang diangkut sekitar 8 ton sampah, yang selanjutnya akan dibawa ke tempat pembuangan akhir di daerah daerah Tanjung Tengah. Ia mengaku khawatir jika sampah terus menumpuk dalam jangka waktu yang lama bisa menimbulkan persoalan baru ditengah masyarakat.<br /><br />“Banyangkan jika satu bulan saja, sampah tidak diangkut. Bisa seperti apa kondisi Kota Nanga Pinoh. Ini saja, kamj sudah banyak dihubungi, kenapa sampah tidak diangkut. Ya, kami jelaskan persoalannya, semoga semua pihak dapat mengerti dan memaklumi,” pungkasnya. (KN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.