Danlanal Balikpapan: Waspadai Cuaca Buruk

Komandan Pangkalan TNI-AL (Danlanal) Balikpapan, Kolonel Laut (P) Ariantyo Condrowibowo mengingatkan masyarakat yang biasa beraktivitas di laut akan cuaca buruk yang mungkin terjadi di perairan Kalimantan Timur dan sekitarnya. <p style="text-align: justify;">"Waspada, dan selalu lengkapi kapal dengan alat keselamatan pelayaran, alat keselamatan kapal, dan alat keselamatan penumpang," kata Danlanal Ariantyo, Kamis (16/1).<br /><br />Menurut Danlanal, seperti disampaikan pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikia (BMKG), selama beberapa waktu ke depan perairan Kalimantan Timur akan mengalami hujan lebat dan sering, diikuti angin kencang dan ombak tinggi.<br /><br />Keadaan seperti itu membuat pelayaran menjadi berisiko tinggi dan perahu ataupun kapal sangat rentan mengalami kecelakaan.<br /><br />Termasuk juga yang diingatkan Danlanal adalah para nelayan dan pemancing di Teluk Balikpapan dan perairan di sekitarnya.<br /><br />Alat keselamatan pelayaran adalah sekoci dan rakit penyelamat, alat keselamatan penumpang terutama adalah jaket pelampung. Alat keselamatan di kapal termasuk pula alat pemadam api, baik berupa tabung berisi zat pemadam api maupun selang dan nozzle-nya. Juga termasuk alat-alat keselamatan seperti sirene maupun alarm.<br /><br />Danlanal menegaskan, alat-alat keselamatan tersebut harus berfungsi dengan baik dan cukup jumlahnya. Sekoci, misalnya, harus bisa diluncurkan selambatnya 30 menit setelah ada perintah meninggalkan kapal.<br /><br />Jumlah jaket penyelamat juga harus cukup untuk semua orang yang ada di kapal. Di kapal penumpang dimana terdapat juga anak-anak, sekurangnya ada 10 persen dari seluruh jaket yang ada dalam ukuran anak-anak.<br /><br />Dalam menyampaikan imbauan ini, Danlanal berkoordinasi dengan Kesyahbandaran Balikpapan, BMKG, Kepanduan, serta KPLP (Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai) wilayah Balikpapan.<br /><br />Imbauan itu juga disampaikan mengingat kecelakaan yang menimpa sejumlah kapal di seluruh Indonesai belakangan ini. Di Balikpapan, misalnya, kapal tunda (tugboat) TB Bulkis 01 mengalami kerusakan mesin hingga terdampar di Pulau Babi, pulau kecil Teluk Balikpapan.<br /><br />Kerusakan mesin membuat tugboat kehilangan daya sehingga terbawa arus dan terdampar di pulau itu, yang tak jauh dari Pantai Melawai, Balikpapan.<br /><br />Karena itu, nakhoda kapal Masri dan 3 anak buah kapal (ABK) dapat dengan mudah meninggalkan kapal dan menyelamatkan diri.<br /><br />Sementara itu, KM Jaya Utama tenggelam pada Minggu (12/1) selepas perairan Pulau Panjang, Kepulauan Derawan, Berau. Sampai saat ini nasib satu orang anak buah kapal bernama Nanang belum diketahui, sementara kapten dan lima ABK lainnya berhasil diselamatkan.<br /><br />Kapal dari Balikpapan tujuan Tarakan itu mengangkut 10.080 tabung elpiji, 3 mobil, dan 2 motor. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.