Danrem Minta Warga Manfaatkan Rumah Singgah

Komandan Korem 102/Panju Panjung, Kol ARH Purwo Sudaryono pada Selasa di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah meminta warga memanfaatkan rumah singgah Arta Graha Peduli jika kabut asap kembali menebal. <p style="text-align: justify;">"Kalau asap kembali tebal, jangan ragu untuk datang ke rumah singgah AGP. Bapak dan ibu selain bisa melakukan pengecekan kesehatan gratis karena ada petugas dan dokter. Selain itu di sini juga ada AC dan juga oksigen tabung," kata Purwo yang juga sebagai Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Kalimantan Tengah.<br /><br />Purwo bersama Ketua Satgas AGP Heka Hertanto meninjau pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis AGP dan Persit Korem Panju Panjung di rumah singgah Jalan Trans Kalimantan Km 50, Kabupaten Pulang Pisau.<br /><br />Setidaknya dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis itu sekitar 500 warga, termasuk 170 anak-anak terdaftar dalam kegiatan sosial tersebut.<br /><br />Selanjutnya Danrem yang belum lama menjabat itu meminta warga setempat tidak melakukan pembakaran lahan sehingga bencana kabut asap yang membahayakan kesehatan itu tidak terulang kembali.<br /><br />"Biar tidak terjadi efek seperti ini, warga pada sakit, anak-anak juga tidak bisa ke sekolah, belum lagi kerugian seperti kebun-kebun yang sudah ditanami ikut terbakar," kata Purwo.<br /><br />Dalam kesempatan itu juga sempat bercanda dengan peserta didik dari SD Negeri 1 Pilang yang turut dilakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan.<br /><br />"Ini ada banyak susu, ayo kita minum susu bersama," ajak Purwo kepada anak-anak yang menunggu giliran pemeriksaan.<br /><br />Ketua Satgas AGP Heka Hertanto mengatakan pihaknya akan terus melakukan operasi kemanusiaan dengan menyediakan personil dan logistik pada perpanjangan masa tanggap darurat sampai 20 November 2015.<br /><br />Di Kabupaten Pulang Pisau, Satgas AGP bersama-sama pihak terkait mengoperasikan tiga rumah singgah sepanjang jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Jabiren Raya. Kawasan tersebut merupakan daerah yang termasuk paling parah terkena dampak bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.