Dewan Dapil Kelam, Teblian dan Dedai Hadiri Musrenbang Kecamatan

Musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kecamatan di Kecamatan Kelam Permai, beberapa waktu yang lalu, menyerap banyak aspirasi bagi anggota DPRD Sintang. <p style="text-align: justify;">Syahroni, Gregorius Bala, Frorensius Roni dan Anton dari DPRD Sintang yang hadir pada kesempatan itu menyebutkan, ada beberapa keinginan yang disampaikan masyarakat, salah satunya infrastruktur jalan masih menjadi keluhan sebagian besar peserta yang hadir.<br /><br />Terkait dengan usulan yang menjadi skala prioritas pembangunan infrastruktur dasar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan, medapat respon positif dari empat angota DPRD Sintang yang hadir dalam Musrembang tersebut.<br /><br />Seperti yang disampaikan oleh Anggota DPRD Sintang Dapil 4, Syahroni menyampaikan bahwa kepala desa dan BPD merupakan ujung tombak dari musrenbang karena perangkat desa yang paling paham dan mengetahui situasi dan kondisi lapangan.<br /><br />“Dalam musrenbang tingkat kecamatan, sehingga kepala desa serta perangkatnya dituntut berperan aktif dalam menyampaikan apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat, oleh sebab itu untuk musrenbang kecamatan seperti ini wajib dihadiri oleh kepala Desa, “ucap Syahroni.<br /><br />Ia juga menyampaikan, usulan –usulan yang disampaikan dalam musrenbang harus memperhatikan skala prioritas yang harus segera mungkin dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari masyarakat.<br /><br />Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berharap melalui musrenbang, dapat meningkatkan kualitas pembangunan di beberapa kecamatan yang jauh dari pusat kota.<br /><br />“Kami harapkan pemerintah melalui SKPD terkait yang hadir bisa mendengar langsung setiap usulan yang disampaikan, ” paparnya.<br /><br />Camat Kelam Permai Maryadi menyampaikan bahwa hasil pemaparan dari 17 kepala desa, mayoritas yang masuk usulan dalam pembangunan perioritas masih dalam seputar pembangunan infrastruktur dasar mulai dari Jalan, jembatan, Pendidikan dan Kesehatan.<br /><br />“Rata-rata yang menjadi pembangunan proritas itu seperti jalan poros desa, Sarana pendidikan seperti ruang kelas dan untuk kesehatan itu kebanyakan menyampaikan masalah Fasilitas serta tenaga SDMnya, “jelasnya.<br /><br />Selain itu, lanjut, ada beberapa desa juga mengusulkan untuk segera merealisasikan pembangunan jalan dari kota Kecamatan kedesa karena kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi, sebagai contoh jalan dari desa sungai lawi, desa karya bakti, desa mandiri jaya yang harus segera di perbaiki, “pungkasnya. (SN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.