Dewan Desak Pemkab Sintang Selesaikan Pembangunan Rumah Betang Tampun Juah

SINTANG- DPRD Sintang kembali mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang segera menyelesaikan pembangunan rumah Betang Adat Dayak Kabupaten Sintang yang berada di Jerora I, pasalnya sejak mulai di bangun sejak tahun 2015 lalu, bangunan budaya tersebut belum selesai. Desakan pihak legislatif ini bukan baru kali pertama. Usulan sudah pernah disampaikan dalam pandangan umum Fraksi DPRD yang dikemas dalam forum paripurna.

Pada , Jumat (17/05/2019) lalu, DPRD Sintang melalui Panitia Khusus yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2018, kembali mendesak Pemkab Sintang segera menyelesaikan pembangunan Rumah Bentang Tampun Juah tersebut. Tak hanya itu DPRD juga mendeksak penyelesaian pembangunan Rumah Betang Adat Dayak Ketemenggungan Linoh Pudau di Lebak Ubah.

Ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward mengatakan pembangunan rumah betang tersebut sudah menjadi kerinduna masyarat khusunya suku dayak, sehingga kegiatan adat istiadat dapat dilakukan dan difokuskan di rumah adat tersebut seperti Gawai Dayak, Hari Jadi Sintang atau beberapa kegiatan lainya, apalagi kegiatan gawai dayak tidak lama lagi akan dilaksanakan.

“mengingat pada tahun 2019 akan digunakan dalam kegiatan adat budaya terutama kegiatan pekan gawai dayak kabupaten Sintang tahun 2019,” ujarnya.

Selain itu Rumah adat ini dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara terlebih lagi dengan adanya upacara adat yang dilakukan di rumah adat tersebut.

“Dengan adanya rumah adat merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya di Bumi Senentang ini. Kemudian, hal tersebut juga dapat meningkatkan perekonomian bagi sejumlah masyarakat terlebih saat ada kegiatan ada di daerah ini,” tukasnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Wakil Bupati Sintang Askiman, menjelaskan bahwa tahun 2019 ini penganggaran dan pengerjaan rumah betang sudah pada tahap empat. Dia berharap bisa pembangunan tahap empat ini mampu merampungkan pembangunan rumah betang.

“Pada tahun 2019 ini dianggarkan lagi sebesar Rp. 2.500.000.000 . Diharapkan dengan jumlah dana tersebut target pekerjaan direncanakan selesai untuk pekerjaan lantai papan ruai lantai 2, pekerjaan tangga, pekerjaan pengecatan, pekerjaan plafond 424 m2, pekerjaan ukiran,” ujar Askiman.

Dia menjelaskan pembangunan rumah adat betang dibangun tahap pertama tahun 2015 dengan dana sebesar Rp. 6.000.000.000 untuk pekerjaan struktur sampai plat lantai 2 dan pekerjaan tanah ± 1.900. Sementara Tahap II tahun 2017 pembangunan dilanjutkan dengan dana sebesar Pp. 2.500.000.000 untuk pekerjaan kolom lantai 2 dan pekerjaan atap.

“Sedangkan tahap III tahun 2018 dengan dana sebesar Pp. 1.948.000.000 untuk pekerjaan rangka kayu lantai 2, pekerjaan dinding papan, pekerjaan lantai 2 menggunakan lantai porket (flooring), pekerjaan dinding ruai menggunakan hollow 4/8 cm, pekerjaan atap (kekurangan pembayaran di tahun 2017) dan lisplank, pekerjaan plafond 332 m3, pekerjaan pintu dan jendela,” jelasnya. (TS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.