Dewan Harapkan Pemerintah Campur Tangan Untuk Menaikan Harga Komditi Karet

SINTANG, KN – Petani di Kabupaten Sintang mengeluhkan harga karet yang kian anjlok. Sebab selama ini getah karet merupakan penunjang perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Kusnadi. Ia menjelaskan, bahwa kalau harga getah karet menurun, ekonomi masyarakat juga akan merosot.

“Harga getah karet yang terus menurun inilah selalu dikeluhkan masyarakat. Tentu ini jadi perhatian kita,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD setempat, Rabu (9/10/2019).

Atas dasar itulah, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, pihaknya akan mendorong pemerintah agar bisa membantu petani karet dengan berusaha untuk menaikan harga komoditi karet tersebut.

“Kami berharap pemerintah menaikan harga getah karet ini, bagaimanapun caranya. Agar, ekonomi masyarakat dapat membaik,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk memperbaiki kualitas karetnya, sebab salah satu faktor harga karet masyarakat anjlok, tidak terlepas dari kualitasnya yang tidak begitu baik.

“Kalau mutu karet bagus, saya yakin akan dihargai lebih baik. Meski harganya sulit kembali seperti dulu, setidaknya tidak dihargai dengan murah,” terangnya.

Masyarakat kata melkianus sebenarnya bisa mengandalkan komoditas lain untuk menambah penghasilan, seperti menanam sayur-sayuran, tapi tetap saja sulit mengganti karet yang sudah dijalani masyarakat turun temurun.

“Solusi dengan menganti ke komoditas lain saya kira bisa dilakukan. Tapi, masyarakat biasanya hanya menanam sayuran untuk konsumsi sendiri,” terangnya.

Kalau masyarakat berfikir menanam sayur-sayuran untuk diperjualbelikan dan dikembangkan dengan serius, ia kira bisa menjadi alternatif untuk penghasilan.

“Selama ini, selain karet komoditas lain seperti sawit harganya kurang begitu baik. Kondisi ini juga dikeluhkan oleh petani sawit mandiri. Makanya petani bisa beralih ke komoditas lain,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.