Dewan Minta Dinkes Sintang Serius Tangani DBD

SINTANG – DPRD Kabupaten Sintang, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Sintang serius menangani penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang tengah meraja rela. Pada tahun 2018 lalu kasus DBD di Kabupaten Sintang terbilang banyak, bahkan memakan korban jiwa. Pada tahun 2019 sudah lebih dari delapan kasus, Kondisi ini menjadi perhatian berbagai pihak.

Ketua Komisi C DPRD Sintang, Herimaturida mengatakan, berkaca dari kasus tahun lalu sampai ada yang meninggal dunia, itu harus menjadi tolak ukur Dinas Kesehatan Sintang dalam pencegahan.

“Maka dari itu, Dinas Kesehatan Sintang harus turun kelapangan untuk melakukan pemetaan daerah-daerah yang tergolong rawan terhadap penyakit DBD. Selain itu harus ada upaya yang tepat untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit ini seperti melakukan fogging,” kata anggota DPRD Sintang, Herimaturida, baru baru ini.

“Dinas kesehatan harus peka terhadap kondisi itu, Saya imbauan kepada Dinkes harus menerjunkan tenaga ahli bidang kesehatan, khsusunya untuk memberikan penyuluhan ke lapangan, terlebih untuk daerah atau tempat-tempat yang memang sudah banyak terjadi kasus DBD dan sekitarnya.

“Foging juga wajib dijadwalkan oleh Dinkes, karena itu untuk protek dinilah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harsinto Linoh mengatakan penyebaran terbesar penyakit DBD masih berada di Kelurahan Tanjung Puri dan Sungai Durian, kemudian di Kecamatan Sepauk dan Tempunak.

Menurut Sinto, kondisi Sintang masih dalam batas aman tapi waspada, bahkan seluruh fasilitas kesehatan sudah siap dalam hal obat-obatan dan tenaga medis.

“Tiga puskesmas kota sudah diperintahkan melaksanakan fogging dan abatesasi di seluruh sekolah di Kota Sintang, karena berdasarkan data, kasus terbanyak di usia SD dan SMP,” tegas Sinto. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.