Dewan Minta Pemkab Melawi Beri Nama Pahlawan Pada Bangunan Tak Bernama

MELAWI – Anggota DPRD Melawi, Nur Ilham menilai perlu adanya wacana serta kebijakan dari berbagai pihak untuk pemberian nama jalan maupun fasilitas milik Pemkab melawi dengan menggunakan nama pahlawan lokal.

Hal itu mengingat di Kabupaten Melawi sampai kini masih banyak jalan maupun gang yang belum memiliki nama. Padahal setiap tahun ada jalan dan gang baru. Tak hanya itu, beberapa fasilitas umum Tugu simpang Lapangan terbang (Lapter) Nanga Pinoh yang lebih akrab disebut tugu Naruto, kemudian RSUD yang sampai kini belum memiliki nama khusus.

“Kami mengharapkan Pemkab Melawi bisa menginventarisasi sejumlah pejuang yang ikut berjuang melawan penjajah di Melawi di masa lalu. Dari database ini nantinya, barulah kita memberikan nama tempat, jalan, fasilitas umum, maupun gedung dengan nama pejuang daerah kita,” katanya, Jumat (5/4)

Ilham mencontohkan stadion olahraga yang sudah diberikan nama Raden Temenggung Setia Pahlawan sebagai bentuk penghormatan terhadap pahlawan nasional asal Melawi ini. Ia berharap pemberian nama pejuang dan pahlawan lainnya nantinya bisa disematkan pada fasilitas lain, seperti rumah sakit, gedung pertemuan, maupun nama jalan.

“Dari sisi sejarah ini perlu dilakukan sehingga para generasi saat ini, mengetahui siapa saja pejuang maupun pahlawan lokal di Melawi. Apalagi mengingat Melawi adalah daerah yang istimewa karena menjadi arena pertempuran sehingga daerah kita dikenal dengan julukan Kota Juang,” katanya.

Ilham menambahkan, pemberian nama jalan dan juga fasilitas milik pemerintah menjadi bagian untuk mengenang para pahlawan dan hal ini sudah sepatutnya dilakukan. Ia pun berharap hal ini dapat dipertimbangkan oleh pemerintah, baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten serta para tokoh masyarakat dan tokoh adat di Melawi. “Selain itu, pemberian nama jalan, gang maupun fasilitas umum juga memberikan kejelasan terhadap aset-aset milik Pemkab kedepannya. Pemberian nama ini perlu diperkuat dengan Perda,” sarannya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Melawi, Panji mengatakan, memang masih banyak fasilitas dan infrastruktur yang dibangun pemerintah belum memiliki nama. Salah satunya tugu simpang Lapter yang memang belum ada nama dan belum diperdakan. Jadi yang dikatakan orang-orang selama ini dengan sebutan Tugu Naruto bukan nanamya. Tentu terkait tugu ini nantinya Pemkab akan meminta pendapat, pemikiran dari sana sini, nantinya akan kita berikan nama.

“Yang pasti nantinya kalau sudah kita temukan, tugu ini apakah masih berupa patung, atau Patung orang atau nanti kita buatkan semacam burung garuda missalnya, yang nantinya dibuat seindah mungkin, lalu nanti kita kasi namanya tugu garuda. Karena bagaimanapun garuda inikan simbol kebanggaan negarakita dan garuda ini juga lambang yang diangkat tinggi di Negara kita. Mungkin juga kita belum memiliki simbol-simbol kenegaraan yang menonjol, jadi ini nantinya kita buat Garuda, patung orang nantinya kita buka diganti nanti dengan patung garuda. Atau nanti lain-lain kita akan dengar masukan dari masyarakat,” paparnya.

Terkait Perda sejumlah nama tugu dan fasilitas bangunan, Panji mengatakan, itu harus dibuat Perda. Jadi nanti kalau sudah diberikan nama, baru akan dibuat Perda. Pemerdaan tersebut nantinya akan bersamaan dengan yang lainnya, seperti rumah sakit, stadion, tugu yang berada di simpang tiga pasar, tugu yang berada di pasar kuliner, taman yang berada di sebelh tugu simpang lapter, begitu juga dengan jalan-jalan.

“Jadi jalan besar yang menghubungkan Nanga Pinoh ke beberapa daerah ini akan kita usahakan untuk sekaligus mengurus itu semua yang nantinya dibuat bentuknya Perda. Saya yakin semua pihak mendukung, karena tujuan kitakan baik. Jadi kita tidak enak juga dengarnya, tugu apa sebenarnya, dan selama ini disebut tugu naruto juga tidak pas,” pungkasnya. (Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.