Dewan Minta PLN Benahi Manajemen

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Terry Ibrahim meminta pihak PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membenahi manajemennya agar tidak ada yang memetik keuntungan dari sering padamnya listrik belakangan ini. <p style="text-align: justify;">“Kalau sudah seperti itu, namanya bukan pemadaman bergilir lagi karena kami menduga ada yang berupaya memperoleh keuntungan dari pemadaman tersebut,” ujarnya kepada wartawan beberapa hari lalu.<br /><br />Di mencontohkan di sekitar wilayah Jalan Tangguk Yunus, hampir tiap sore listrik padam sehingga bahasa pemadaman bergilir jadi pertanyaan.<br /><br />“Jadi yang mamanya pemadaman bergilir itu seperti apa,” tanyanya.<br /><br />Menurutnya, ketika musim kemarau dan air sungai surut, pihak PLN selalu memberikan alasan kalau pasokan BBM terhambat sehingga terpaksa dilakukan pemadaman.<br /><br />“Ketika musim hujan, yang jadi alasan ada mesin yang rusak, lalu kemudian mengatakan gangguan listrik akibat layangan, kok layangan bisa disalahkan,” tanya dia.<br /><br />Kalau sekarang seringnya pemadaman listrik akibat layangan, berarti kata dia mesin pembangkit milik PLN masih kalah sama generator set.<br /><br />“Kalau pakai genset tidak ada gangguan akibat layangan,” kelakarnya. <br /><br />Menurutnya, dari sisi manajemen bisa digambarkan ketika pelayanan baik maka otomatis konsumen juga patuh membayar tagihan listrik.<br /><br />“Masalahnya, pelayanan belum baik, malah PLN mau main putus ketika ada masyarakat yang telat membayar tagihan,” imbuhnya.<br /><br />Dia sendiri mengalami hal itu ketika sempat telat membayar tagihan listrik, tidak begitu lama datang surat dari pihak PLN untuk melakukan pemutusan sementara.<br /><br />“Saya telat karena kebetulan ketika itu sering keluar kota, tiba-tiba dapat surat pemutusan, jelas itu membuat kami kaget,” ujarnya.<br /><br />Dia menilai sudah selayaknya pihak PLN membenahi dulu manajemen pelayanannya, ketika pelayanan baik maka pelanggan juga akan<br />mengapresiasi. Hal senada disampaikan anggota DPRD lainnya, Franseda. Menurutnya, masyarakat tidak bisa disalahkan ketika tidak membayar tagihan langgan lantaran seringnya listrik padam.<br /><br />“Jangan salahkan warga dan main putus ketika tak bayar kalau pelayanan tidak maksimal,” ucapnya.<br /><br />Menurutnya, selain di Sintang, kawasan pedalaman yang sudah teraliri listrik tidak lepas dari pemadaman rutin.<br /><br />“Bahkan dipedalaman lebih parah lagi, pemadaman sangat sering dilakukan, bukan pemadaman bergilir,” ucapnya.<strong> (phs)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.