Dewan Pesimis PIT Sulit Terwujud

SINTANG – Program Indonesia Terang (PIT) disambut oleh semua kalangan khususnya yang ada di Kabupaten Sintang. Tak terkecuali oleh para legislator DPRD Kabupaten Sintang.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Herimaturida mengapresiasi adanya PIT yang diharapkan dapat menyentuh langsung masyarakat yang ada di sejumlah desa terpencil yang ada di Kabupaten Sintang.

“Kalau PIT memang ada, tentu kami sangat mendukung sekali. Apalagi masih banyak daerah yang ada di Kabupaten Sintang belum merasakan nikmatnya terang,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Senin (19/3).

Herimaturida mengaku baru mendengar adanya Program Indonesia Terang meskipun program yang ditargetkan Pemerintah Pusat akan terselesaikan pada 2019 mendatang. Ia merasa hal tersebut dapat terwujud terlebih lagi hingga kini program tersebut tak terlihat sehingga belum dirasakan oleh masyarakat.

“Saya rasa akan sulit terwujud, apalagi saat ini masih banyak desa-desa di Kabupaten Sintang yang belum terjangkau serta dialiri listrik,” ucapnya.

Herimaturida mengungkapkan hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang berada wilayah terpencil dan perbatasan Kabupaten menggunakan genset sebagai sumber pembangkit listrik.

“Jika menggunakan sistem yang akan diterapkan PIT sepertinya belum layak karena masyarakat harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk penerangan dengan cara seperti ini. Akan lebih efisien jika listrik menggunakan tenaga surya atau menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PTMH),” tuturnya.

Menurut Herimaturida, hingga saat ini pemerintah belum optimal dalam memenuhi kebutuhan listrik di Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Sintang terlebih lagi untuk desa-desa yang cukup jauh dari ibukota Kabupaten Sintang maupun desa-desa terpencil.

“Ada 70 persen desa-desa terpencil yang belum dialiri listrik, ini sudah sejak lama namun belum ada solusi konkrit dari Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pemerintah Pusat,” tukasnya. (FT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.