Dinas Akui Keterbatasan Anggaran Untuk Pengadaan Pupuk

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat mengakui keterbatasan anggaran dalam memenuhi kebutuhan pupuk bagi para petani yang ada di kabupaten itu. <p style="text-align: justify;">"Selain kadang pupuk yang diperlukan terlambat datang, cukup terbatasnya anggaran untuk pengadaan pupuk juga masih menjadi sebuah persoalan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya, Hasrul di Sungai Raya, Selasa.<br /><br />Ia mengatakan, misalnya ketika memerlukan sekitar 2.400 ton pupuk dalam setahun, terkadang yang disetujui dan dianggarkan baru sekitar 30 hingga 35 persen. Maka wajar saja kalau semua petani di Kubu Raya belum secara maksimal mendapatkan pupuk bersubsidi.<br /><br />Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya selalu mengupayakan tersedianya pupuk bagi para petani lokal, hanya saja kata dia terkadang ada pihak produsen yang bisa memenuhi pupuk sesuai dengan kebutuhan yang ditentukan.<br /><br />"Belum lama ini saya dan sejumlah instansi terkait juga sempat melakukan rapat dengan pihak produsen pupuk, saat ditanyakan kenapa terkadang petani sulit mendapatkan pupuk. Pihak produsen mengaku pupuk yang diperlukan terkadang masih dalam perjalanan menuju Kalbar, makanya tidak bisa disalurkan sesuai dengan permintaan atau kebutuhan konsumen," tuturnya.<br /><br />Kendati mengaku bekerja sama dengan sejumlah produsen pupuk untuk memberikan pupuk bersubsidi bagi petani, namun kata Sahrul, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, hanya menyediakan anggaran sesuai dengan banyaknya jumlah pupuk yang tersalurkan bagi petani lokal yang membutuhkan, meski anggaran tersebut sangat terbatas.<br /><br />Sebelumnya, sejumlah petani di beberapa daerah Kubu Raya mengeluh lantaran beberapa bulan terakhir cukup sulit mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah daerah setempat.<br /><br />"Biasanya kalau tidak salah pemerintah daerah juga mengalokasikan pupuk untuk keperluan petani lokal. Namun terkadang karena sulit mendapatkan pupuk bersubsidi seperti beberapa bulan terakhir, membuat saya dan sejumlah petani lainnya terpaksa membeli pupuk non subsidi," kata Paiman, salah satu petani di Desa Kuala, Kecamatan Rasau Jaya.<br /><br />Dia menilai pengadaan pupuk sangat mempengaruhi kualitas dan peningkatan produktivitas hasil pertanian. Untuk itu, dia berharap ke depan pemerintah daerah bisa lebih pro aktif dan rutin melakukan pengadaan pupuk bagi para petani lokal.<br /><br />"Kalau tidak bisa mendapatkan pupuk sesuai dengan kebutuhan, besar kemungkinan hasil panen tidak sesuai dengan yang diharapkan," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.