Dinas Pertanian Bantu Alat Pengolah Pupuk Organik

Kepala Seksi Sumber Daya, Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Tabalong Syam’ani mengatakan, program bantuan berupa alat pengolah pupuk organik diberikan di Kecamatan Jaro, Tanjung dan Upau. <p style="text-align: justify;">Program ini mendukung upaya Pemkab Tabalong dalam pengembangan usaha pembuatan pupuk organik sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat, jelas Syam’ani di Tanjung, Rabu.<br /><br />"Satu unit alat pengolah pupuk organik mencakup mesin pencacah, alat cetak (granuler) dan mesin pengering, saat ini sudah tiga kecamatan yang kita bantu," katanya.<br /><br />Namun pupuk organik yang diproduksi hanya bisa digunakan untuk tanaman pertanian dan perkebunan, sebaliknya untuk lahan sawah pupuk organik yang dibuat tidak bisa tenggelam serta sangat mudah pecah (jadi debu).<br /><br />"Pupuk organik yang kami produksi sebenarnya belum bisa digunakan untuk lahan sawah atau berair selain karena tidak bisa tenggelam juga sangat mudah pecah," jelasnya.<br /><br />Syam’ani mengungkapkan idealnya kualitas pupuk organik telah memenuhi Permentan No 28 tahun 2009 tentang pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah.<br /><br />"Dana APBD siap untuk menyerap sekitar 103 ton pupuk organic jika memenuhi kriteria dari Menteri pertanian selaian itu di Tabalong memiliki 420 sekolah lapang pertanian yang memerlukan sekitar 700 kilogram per tahun," tambahnya.<br /><br />Terpisah, Sekretaris Disperidagkop Tabalong, Drs Helman mengatakan pupuk organik yang diproduksi kelompok tani Upau telah diuji di Balai riset dan standarisasi industri Banjarbaru.<br /><br />"Hasil uji coba pupuk organik yang dihasilkan mengandung unsur Nitrogen, phosphor, Kalium dan air, namun belum dicocokan dengan kriteria yang diatur dalam peraturan menteri pertanian," jelas Helman. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.