Dinkes Barito Utara Latih Kader Posbindu

Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, memberikan pelatihan kepada kader pos pembinaan terpadu (Posbindu) di tiga pusat kesehatan masyarakat atau Puskesmas. <p style="text-align: justify;">"Pelatihan ini diberikan untuk menangani penyakit infeksi di daerah ini," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Barito Utara, Melpadona Herby, di Muara Teweh, Selasa.<br /><br />Menurut Melpadona, saat ini permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan adalah beban ganda penyakit, yaitu di satu pihak masih banyaknya penyakit infeksi yang harus ditangani dan di lain pihak semakin meningkatnya penyakit tidak menular (PTM).<br /><br />PTM adalah penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi kuman termasuk penyakit kronis generatif.<br /><br />"Peningkatan penyakit prevalensi tidak menular menjadi ancaman yang serius dalam pembangunan karena mengancam pertumbuhan ekonomi nasional karena kronitas dan kecacatannya," kata dia.<br /><br />Melpadona menjelaskan, berdasarkan riset kesehatan dasar (riskesdas) tahun 2007, di dapatkan informasi prevalansi nasional hipertensi pada penduduk usia di atas 18 tahun sebesar 29,8 persen, prevalensi nasional strok 0,8 persen, prevalensi penyakit jantung 7,2 persen.<br /><br />Kemudian prevalensi nasional diabetes militus (DM) pada daerah perkotaan sebesar 5,7 persen, prevalensi penyakit tumor/kanker sebesar 0,4 persen, prevalensi kecelakaan lalu lintas darat 25,9 persen dan sebab utama kematian karena cidera 6,5 persen.<br /><br />"Sementara itu lebih dari 70 persen penderita PTM tidak sadar kalau dirinya sudah sakit. Oleh karena itu upaya pengendalian penyakit tidak menular ditekankan pada upaya mencegah masyarakt sehat tidak jatuh ke fase berisiko, sakit dan berkomplikasi," jelas Melpadona.<br /><br />Dia mengatakan, salah satu strategi dalam meningkatkan pembangunan kesehatan adalah pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat termasuk dunia usaha.<br /><br />Masyarakat diberi fasilitas dan bimbingan dalam mengembangkan wadah untuk berperan, dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengenali permasalahan sendiri berdasarkan prioritas dan potensi yang ada.<br /><br />"Dalam menentukan prioritas, merencanakan, melaksanakan, memantau dan menilai kegiatan, masyarakat perlu dilibatkan sejak awal. Potensi dan partisipasi masyarakat dapat digali dengan maksimal, sehingga solusi masalah lebih efektif dan dapat menjamin kesinambungan," katanya.<br /><br />Upaya pengendalian PTM dibangun berdasarkan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap ancaman PTM melalui Posbindu PTM. Pengembangan Posbindu PTM merupakan bagian integral sari sistem pelayanan kesehatan diselenggarakan berdasarkan permasalahan PTM yang ada di masyarakat dan mencakup berbagai upaya promotif dan preventif serta pada rujukannya.<br /><br />Dalam upaya pengendalian PTM jelasnya lagi, yang menjadi masalah masyarakat saat ini sangat diharapkan di semua wilayah kerja puskesmas dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM, membentuk Posbindu PTM sehingga pelayanan kesehatan diselenggarakan berdasarkan permasalahan permasalahan PTM yang ada dalam masyarakat dapat terdeteksi secara dini dan teratasi.<br /><br />"Dengan adanya pelatihan ini diharapkan bapak, ibu dari kader dan petugas Puskesmas selaku ujung tombak pelayanan kesehatan dapat melaksanakan dan merealisasikan kebijakan pemerintah di wilayah kerja masing masing sehingga harapan kita untuk mewujudkan pengendalian faktor resiko melalui Posbindu PTM di Kabupaten Barito Utara khususnya dan Provinsi Kalimantan Tengah pada umumnya dapat terealisasi," ujarnya. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.