Dinkes Ciamis Nyatakan KLB Keracunan

Dinas Kesehatan (Dinke3s) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyatakan peristiwa keracunan melanda ratusan warga Kampung Bantar, Desa Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih, Ciamis, diduga akibat makanan dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). <p style="text-align: justify;">Dinas Kesehatan (Dinke3s) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyatakan peristiwa keracunan melanda ratusan warga Kampung Bantar, Desa Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih, Ciamis, diduga akibat makanan dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).<br /><br />"Dari pihak Dinkes sendiri ini sudah KLB, karena banyak dan serempak di desa itu, tapi KLB ini belum diputuskan oleh Bupati," kata Kepala Dinas Kesehatan, Dr Dendy saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin.<br /><br />Ia menjelaskan pernyataan KLB karena penyebarannya meluas dan serempak di satu Desa dalam satu hari, Minggu (24/4) dengan jumlah korban mencapai seratus orang lebih.<br /><br />Bahkan tercatat hingga Senin sekitar pukul 12.00 WIB jumlah masyarakat mengalami keracunan dengan kondisi kesehatan mual, muntah-muntah dan diare disertai pusing mencapai 216 orang.<br /><br />Jumlah total penderita itu, dijelaskan Dendy yang tercatat sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit, sebagian di rawat di posko dan sebagian kecil sudah sembuh kembali ke rumahnya masing-masing.<br /><br />"Dengan kejadian ini sejak dilaporkan kita langsung menerjunkan tim medis. Sebagian sudah ada yang sembuh dan masih dirawat di posko dan rumah sakit," kata Dendy.<br /><br />Korban keracunan yang sebagian besar kaum perempuan itu, kata Dendy pihaknya masih terus melakukan pengobatan di posko yang disiagakan di Desa tersebut sesuai prosedur yang berlaku.<br /><br />Jika terdapat tambahan korban maupun penderita yang mengalami dehidrasi tinggi akan segera dirujuk ke rumah sakit umum untuk penanganan medis lebih lanjut.<br /><br />"Kita sekarang masih tetap melakukan pengobatan sesuai prosedur, kalau dehidrasinya sedang dan ringan kita melakukan pengobatan di posko saja," katanya.<br /><br />Sementara itu Dinkes belum dapat memastikan keracunan akibat makanan di suatu acara hajatan karena harus menunggu hasil uji laboratorium yang dipastikan dapat diketahui sepekan kedepan.<br /><br />"Yang jelas ini karena makanan, makanannya karena apa kita tunggu hasilnya saja nanti, karena kalau menurut saya ini disebabkan dari air yang digunakan warga, tentunya korban akan lebih banyak," kata Dendy. (Eka/Ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.