Dinkes Kotawaringin Timur Waspadai Penyebaran DBD

Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Yuendri Irawanto di Sampit, Rabu mengatakan, memasuki peralihan musim dari kemarau ke penghujan biasanya akan dibarengi dengan timbulnya sejumlah penyakit, termasuk DBD.<br /><br />Ia mengatakan, pada musim penghujan akan menpercepat perkebangbiakan nyamuk "aedes aegypti&quot; penyebar penyakit DBD.<br /><br />Nyamuk "aedes aegypti" dapat berkembang di mana saja atau tidak hanya pada air yang kotor tapi juga pada air yang bersih sekalipun.<br /><br />Untuk itu masyarakat mulai sekarang harus mewaspadai dan menjaga kebersihan lingkungan baik di dalam rumah maupun diluar.<br /><br />Pemberantasan nyamuk tidak cukup dengan melakukan pengasapan (fogging) di tempat-tempat sarang yang dipergunakan berkembang biak nyamuk, melainkan lingkungan juga harus tetap terjaga kebersihannya.<br /><br />Menurut Yuendri, dukungan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat dibutuhkan dan penting.<br /><br />Dalam beberapa pekan terakhir telah ditemukan penderita DBD dan jumlah kasusnya masih sedikit, namun apabila tidak dilakukan kewaspadaan tidak menutup kemungkinan korbannya akan bertambah.<br /><br />"Kami tidak akan melakukan pengasapan selama di daerah tersebut tidak ditemukan kasus atau penderita DBD, meski di permukiman penduduk tersebut banyak ditemukan nyamuk," katanya.<br /><br />Pengasapan, kata dia, bukan cara memberantas nyamuk yang baik, sebab racun yang disebarkan akan berdampak pada kesehatan manusia dan lingkungan sekitar yang diasapi.<br /><br />Ia mengatakan, pengasapan memang dapat memberantas nyamuk, namun hanya untuk sesaat. Sebab daerah atau wilayah yang sering di fogging akan membuat nyamuk kebal terhadap racun.<br /><br />"Jika masih ada jalan lain untuk memberantas nyamuk kami harap gunakanlah cara tersebut dan jangan terlalu sering melakukan ‘fogging’," katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.