Dinkes Melawi Tak Ada Anggaran Fogging Massal

Terjadinya peningkatan penderita demam berdarah dengue (DBD) di Desa Sidomulyo, Nanga Pinoh, Melawi, akhir-akhir ini, mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi. <p style="text-align: justify;">Desa Sidomulyo merupakan wilayah tertinggi dengan 7 kasus yang terserang DBD.<br />Sekretaris Dinkes Melawi, dr. Oktavianus Naibaho, mengatakan, bahwa Dinkes sudah berupaya menanggulangi penyebaran DBD di Kabupaten Melawi salah satunya dengan melaksanakan fogging didaerah positif yang terserang DBD guna mencegah meluasnya penyakit tersebut.<br /><br />Dia mengatakan, bahwa pihaknya juga telah memberikan pengertian dan sosialisasi langsung kepada masyarakat terkait penanggulangan penyebaran penyakit DBD tersebut baik melalui petugas kesehatan maupun media massa, terutama agar warga menjaga lingkungan sekitar tempat tinggalnya.<br /><br />Terkait fogging massal dilakukan warga Desa Sidomulyo saat ini yang diprakarsai Kepala Desa setempat, Naibaho mengatakan itu boleh-boleh saja asal warga tidak dipungut biaya berlebihan, namun harus secara suka rela masyarakat setempat. <br /><br />Dia berharap, program fogging kepedulian masyarakat itu dapat meminimalisir penyakit DBD yang disebabkan nyamuk Aedes Aegyti itu.<br /><br />“Apabila ada masyarakat yang menginginkan fogging massal daerahnya, kami siap membantu seperti alat fogging (mesin), obat dan tenaga penyemprotnya. Masyarakat hanya membeli solar dan memberikan makan minum serta sekedar uang lelah tukang penyemprot kami,”  kata Naibaho, Kamis (11/9) diruang kerjanya.<br /><br />Dia menjelaskan, bahwa pihaknya hanya memberikan fogging pada wilayah yang positif terjangkit DBD dan Dinkes serta Puskesmas di Melawi tidak ada program fogging massal suatu daerah, apalagi anggaran fogging massal memang tidak tersedia di APBD Melawi tahun 2014 ini. <br /><br />“Anggaran kita untuk melakukan fogging tahun ini hanya sekitar Rp. 100 juta,” ungkapnya.<br />Dikatakannya, Dinkes sendiri sudah melakukan fogging didaerah yang positif terserang DBD seperti di daerah Sidomulyo tepatnya di seputar Kompi dan Desa Baru dan didaerah lainnya. <br /><br />Apabila ada permintaan Kepala Desa untuk melakukan fogging massal daerahnya seperti permintaan Kepala Desa Sidomulyo baru-baru ini, hal itu tidak akan mungkin dilakukan karena anggaran tidak tersedia.<br /><br />“Aturannya kita hanya lakukan fogging apabila suatu daerah positif terjangkit DBD,” jelas Naibaho.<br />Dia menyebutkan, apabila permintaan Kepala Desa Sidomulyo tersebut dituruti untuk melakukan fogging massal di daerah Sidomulyo, maka Kepala Desa yang lain pun akan menuntut hal yang sama kedepan.<br /><br /> “Nah, bagaimana kita bisa melakukan program fogging massal di seluruh desa yang ada di Melawi ini, sedangkan anggarannya tidak tersedia,” sebutnya.<br /><br />Kendati demikian, dirinya berharap Fogging massal di daerah Sidomulyo ini dapat memberikan pembelajaran kesadaran kepada warga agar lebih mewaspadai peredaran nyamuk mematikan ini dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. <strong>(eko/kn)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.