Disdik Panggil Kepsek SMA N 1 Pinoh Selatan

Kepala Disdik Melawi, Paulus yang ditemui wartawan beberapa hari lalu di ruang kerjanya menerangkan bahwa dirinya memang sudah menerima laporan dari sejumlah guru honorer dan ketua komite SMA Negeri 1 Pinoh Selatan terkait persoalan perilaku kepala sekolah, Antonius. <p style="text-align: justify;">“Dari laporan tersebut, kemudian Anton, kepseknya saya panggil dan saya nasehatin. Jadi saya minta dia belajar menghargai satu dengan yang lainnya dan menjadi pemimpin harus memahami situasi,” katanya.<br /><br />Paulus juga sudah meminta agar kepala sekolah ini tidak lagi menunjukkan sikap arogansi, sikap menang sendiri. Hal ini memang harus dikaji bila ingin bisa menjadi pemimpin yang baik. Kendati demikian, terkait dengan usulan untuk memindahkan atau mengganti kepala sekolah SMA 1 Pinoh Selatan dirinya tidak menyetujui hal tersebut.<br /><br />“Kalau minta saya mengganti, saya katakan, bahwa Disdik ini bukan lembaga pengadilan. Begitu terima laporan langsung kita ganti. Lembaga pendidikan ini harusnya meluruskan yang bengkok-bengkok. Kalau ada perilaku tenaga pendidik kita yang salah kita perbaiki dan kita bina. Biar perilaku buruknya hilang. Demikian pula yang saya lakukan dalam kasus persoalan kepala sekolah di SMA 1 Pinoh Selatan,” ujarnya.<br /><br />Paulus juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengirimkan tim dari Disdik, yang terdiri dari Koordinator Pengawas dan Kepala Bidang Pendidikan Menengah pergi ke SMA 1 Pinoh Selatan. Hanya memang laporannya, pertemuan ini tidak kondusif karena kepala sekolah meninggalkan ruangan saat rapat belum berakhir.<br /><br />“Ya pengakuan Anton, dia merasa diadili dan disalahkan. Karena dalam pertemuan itu juga hadir orang tua murid,” paparnya.<br /><br />Dilanjutkan Paulus, dirinya juga sudah menginstruksikan kepada kepala sekolah untuk tetap melaksanakan tugas karena proses belajar mengajar di sekolah tidak boleh ditelantarkan. <br /><br />Masyarakat setempat juga diharapkan tidak memperkeruh suasana yang ada karena mengingat persoalan yang terjadi adalah intern SMA 1 Pinoh Selatan.<br /><br />“Karena dalam kasus ini tidak ada siswa yang dirugikan. Saya tidak menerima ada laporan kekerasan fisik oleh kepsek. Yang ada memang perkataan yang tidak sesuai yang saya pahami karena dia dalam kondisi marah. Saya juga sudah minta Anton memperbaiki diri,” ujarnya.<br /><br />Terkait dengan 10 guru honorer yang dipecat, Paulus juga sudah meminta agar kebijakan tersebut ditinjau atau dilihat kembali. Hal ini karena mengingat jumlah guru yang ada di SMA 1 Pinoh Selatan masih sangat terbatas dan masih membutuhkan tenaga pengajar.<br /><br />“Guru PNS nya hanya ada tiga orang, sementara jumlah kelasnya ada enam. Jadi saya minta komite sekolah bisa berada di tengah-tengah dan tidak memihak. Kepsek juga sudah saya minta tinjau ulang pemecatan tersebut,” ujarnya.<br /><br />Paulus menjelaskan dirinya masih memberikan kesempatan kepada kepala sekolah tersebut untuk memperbaiki diri. Bisa saja muncul usulan mengganti kepala sekoah karena memang sudah muncul rasa tak senang dan selisih paham.<br /><br />“Kalau memang nantinya tak bisa diselesaikan disana, kita siap fasilitasi rapat pertemuan di Disdik, antara kepala sekolah, guru honorer bersama komite. Tapi tidak mengundang orang tua siswa karena inikan persoalan internal,” jelasnya. (Ira/kn)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.