Dishub Kutai Timur: Delapan Bus Tak Laik

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kutai Timur, Kalimantan Timur melarang operasional delapan unit bus antarkota dalam provinsi dari tiga perusahaan otobus, karena tidak laik jalan. <p style="text-align: justify;">"Hal itu sesuai hasil uji petik kelaikan dan pemeriksaan terhadap 26 bus angkutan Lebaran 2013," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kutai Timur, Drs H Johansyah Ibrahim di Sangatta, Kamis.<br /><br />Ia mengatakan dari 26 unit bus angkutan lebaran yang dipersiapkan untuk angkutan mudik lebaran ada delapan bus yang dilarang beroperasi karena tidak laik yakni lima unit Bus Bone Indah, dua unit Bus Setya Mas dan satu unit Bus Arafat.<br /><br />"Pelanggaran berat yang dilakukan para pemilik bus dari tiga perusahaan berbeda itu adalah tidak memiliki Kartu Pengawasan (KP) atau buku kir atau (pengujian kendaraan)," katanya didampingi Kasi Perhubungan Darat, Rony.<br /><br />Ia menjelaskan banyak sekali kekurangan dan pelanggaran yang ditemukan tim dari bus-bus tersebut selama dilakukan uji petik pelaikan terhadap bus angkutan lebaran ini.<br /><br />"Tujuan uji petik adalah untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang diakibatkan kondisi kendaraan yang tidak laik jalan selama mudik dan balik lebaran 2013, baik yang diakibatkan tidak laiknya kendaraan maupun yang dilakukan para sopir," katanya.<br /><br />Pihaknya akan segera melaporkan delapan unit bus angkutan yang tidak laik jalan itu ke Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim di Samarinda.<br /><br />"Kami juga akan mengusulkan tambahan unis bus angkutan lebaran bus antarkota dalam provinsi untuk antisipasi lonjakan penumpang mulai H-5 dan H + 7 agar tidak ada pemudik terlantar di terminal," katanya.<br /><br />Parahnya lagi, kata Johan, bus-bus yang tidak laik jalan tahun ini merupakan bus yang dilarang beroperasi pada angkutan lebaran 2012, karena melanggar.<br /><br />"Kami tidak akan memberi toleransi dan tidak akan memberikan kesempatan sebelum melengkapi persyaratan. Kami sudah imbau pemilik bus agar mengganti dengan bus yang lebih baik dalam rangka memberikan pelayanan yang nyaman kepada penumpang," katanya.<strong> (das/ant) </strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.