Disnak Kaltim Pantau Peternak Penerima Bantuan

Dinas Peternakan Kalimantan Timur melakukan pantauan ke kelompok ternak sapi yang mendapat bantuan indukan sapi Brahman Cross, untuk mengetahui sejauh mana perkembangan sapi-sapi tersebut. <p style="text-align: justify;">"Pada 2012 kami memberikan bantuan indukan sebanyak 15 ekor untuk Kelompok Ternak Harapan Baru di Desa Makroman. Saya cukup bangga sapi-sapinya sudah beberapa yang melahirkan dan ada yang sedang bunting," ujar Plt Kadisnak Kaltim, Dadang Sudarya saat memantau ternak di Makroman, Samarinda, Selasa.<br /><br />Saat melakukan pemantauan itu, Dadang terlihat cukup cermat memeriksa keadaan sapi Brahman Cross yang dibantu pada 2012 lalu, bahkan dia menanyakan kepada Ketua Kelompok Ternak Harapan Baru, Junaidi, tentang beberapa jenis pakan yang diberikan untuk sapi-sapi tersebut.<br /><br />Menurut Dadang, dari 15 ekor sapi betina indukan yang dibantu pada 2012, sembilan ekor di antaranya sudah melahirkan, lima ekor sedang bunting, dan satu ekor indukan lagi sedang mengalami bunting kedua.<br /><br />Pemprov Kaltim melalui Disnak, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan populasi sapi dan kerbau agar mampu mencapai swasembada daging pada 2014.<br /><br />Saat ini produksi daging di Kaltim baru mencapai 55.381,7 ton sementara kebutuhannya sebesar sebanyak 57.401,2 ton sehingga belum mampu mencukupi kebutuhan lokal.<br /><br />Di sisi lain, jumlah sapi yang dipelihara peternak di seluruh Kaltim sekitar 108.000 ekor, padahal untuk mencapai swasembada daging pada 2014, maka jumlah sapi yang harus dipelihara peternak di Kaltim harus dilakukan percepatan populasinya.<br /><br />Pemprov Kaltim, lanjut lagi, berkomitmen mendukung program pemerintah pusat dalam pencapaian Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK) 2014 yang ditetapkan Kementerian Pertanian.<br /><br />Areal yang dicadangkan untuk sektor peternakan di Kalimantan Timur (Kaltim) cukup luas yang mencapai 732.586,07 hektare. Lahan tersebut tersebar di wilayah 14 kabupaten dan kota di provinsi itu.<br /><br />Sektor peternakan masih memiliki prospek cerah dikembangkan karena sampai saat ini, untuk pemenuhan daging ternak maupun unggas bagi masyarakat Kaltim, masih didatangkan dari luar daerah seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, dan Bali.<br /><br />Jenis ternak yang cocok dikembangkan di Kaltim adalah sapi perah, pembibitan, dan penggemukan sapi, babi, domba, pembibitan ayam petelur, pedaging, dan industri pakan ternak.<br /><br />Pada 2012 Kaltim, pihaknya juga melaksanakan beberapa program peternakan, di antaranya penyelamatan sapi betina produktif, penambahan indukan dengan melakukan pembelian sapi bibit.<br /><br />Hal lain yang dilakukan adalah mengoptimalkan program kawin suntik dan alam, termasuk melakukan penambahan pejantan pemacek agar tidak terjadi kawin antar keluarga.<br /><br />Potensi pengembangan sapi di Kaltim yang diintegrasikan dengan sawit dengan asumsi dua ekor sapi per hektare, dapat dikembangkan 615.176 ekor sapi, sedangkan luasan lahan sawit berproduksi saat ini mencapai 307.588 hektare. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.