Disperindagsar Minta Pedagang Patuhi Larangan Menjual Miras

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelola Pasar Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meminta pedagang mematuhi aturan tentang larangan penjualan minuman keras di toko dan minimarket. <p style="text-align: justify;"><br />"Aturannya sudah keluar berarti sudah diberlakukan. Tapi peraturan daerah kita perlu direvisi," kata Kepala Disperindagsar Kotim, Mudjiono di Sampit, Jumat.<br /><br />Dia mengatakan, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 6 tahun 2015 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol, efektif mulai 16 April kemarin.<br /><br />Permendag Nomor 6 tahun 2015 ini merupakan perubahan kedua atas peraturan menteri perdagangan nomor 20 tahun 2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol.<br /><br />Aturan ini menegaskan, semua minimarket atau kios dan ruko, dilarang menjual minuman beralkohol golongan A di bawah 5 persen. Aturan ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam melakukan penertiban.<br /><br />Hanya, untuk memberlakukan Permendag tersebut, Kotim harus merivisi Peraturan Daerah (Perda) Kotim Nomor 2 Tahun 2011 yang isinya masih memperbolehkan penjualan minuman beralkohol golongan A pada kios, ruko atau minimarket.<br /><br />Dengan keluarnya Permendag yang baru, maka penjualan minuman beralkohol golongan A seperti bir, bir hitam, dan minuman ringan beralkohol, hanya boleh dilakukan oleh supermarket.<br /><br />"Kami sudah mengirim surat kepada Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Kotim, karena mereka yang berwenang mengusulkan revisi perda tersebut," kata Mudjiono.<br /><br />Jika Perda sudah direvisi, maka petugas di lapangan, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja tidak ragu lagi melakukan penertiban. Penjualan minuman keras juga tidak boleh berada pada radius 500 meter dari tempat perkantoran, sekolah, dan rumah ibadah. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.