Distankan Serahkan 44 Handtracktor Kepada 42 Poktan

MELAWI – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Melawi menyerahkan sebanyak 44 unit Handtraktor kepada 42 kelompok tani (Poktan) di Melawi, kemarin. Penyerahan Alsintan yang dilakukan Buati Melawi tersebut sekaligus dengan pencanangan program Padi Jagung dan Kedelai (Pajale).

“Penyerahan Alsintan ini berlaku bagi Poktan yang produktif. Tak ada diserahkan untuk komunitas tertentu atau kelompok tertentu. Kita objektif, dalam menentukan kelompok yang bisa mendapat bantuan alsintan,” katanya Kepala Distankan Melawi, Oslan Junaidi saat penyerahan Alsintan di halaman kantor Distankan Melawi.

Oslan berpesan, Alsintan yang diberikan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Ini bukan milik ketua Poktan. Jangan hanya disimpan saja, namun untuk mempermudah kinerja petani. “Boleh ada biaya pemeliharaan, penggunaannya bergiliran. Dipakai, dijaga dan dipelihara dan diatur biaya pemeliharaan untuk kelompok sendiri,” pesannya.

Selain penyerahan Alsintan, juga dilakukan pencanangan Pajale yang merupakan program Kementan di 2017-2018. Dimana bentuknya berupa menanam padi bersama jagung dan kedelai atau padi dan jagung saja, serentak di lahan lahan Huma, ladang, disela pohon sawit atau karet.

“Ini Untuk meningkatkan produktifitas gabah kering. Karena seluruh Indonesia saat ini tiada hari tanpa panen. Setelah dicanangkan, Pajale akan diterapkan di semua kecamatan.
Khususnya untuk mengembalikan daerah daerah basis pertanian seperti Sokan dan Kotabaru di masa lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Melawi Panji saat penyerahan 44 handtraktor tersebut, memberikan semangat pada kelompok tani yang hadir. Ia juga menyampaikan, si petani mesti digeluti dengan serius sampai para petani dapat melakukan pengelolaan usaha nya berorientasi bisnis, bisa menjadi komoditi yang diperjual belikan.

“Tanpa adanya petani bagaimana kita ini bisa hidup. Karena kita harus memanfaatkan peluang yang begitu besar ini. Karena tak semua orang bisa menjadi pegawai, menjadi pedagang. Profesi yang paling banyak di indonesia, termasuk di Melawi adalah petani,” katanya.

Panji juga meminta juga agar berbagai program pertanian d yang begitu banyak di galakkan pemerintah pusat bisa dimanfaatkan sebaik baiknya bagi masyarakat Melawi menjadi masyarakat Madani, masyarakat yang mampu bertahan hidup mandiri dan tak tergantung dengan pihak lainnya.

“Kita ingin untuk kedepan pertanian juga terus meningkat produktifitas nya dan daerah- daerah yang pernah menjadi sumber penghasil gabah bisa kembali meningkat. Mimpi saya nantinya produk padi kita bisa dijual ke masyarakat lokal Melawi, paling tidak nanti PNS kita wajibkan beli beras lokal. Makanya untuk menampung produksi padi kita minta agar disiapkan gudang dan mesin pengolah,” pungkasnya. (Edi/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.