DPMD Melawi Gelar Sosialisasi Pembangunan Kawasan Pedesaan

MELAWI – Pemerintah Melawi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melaksanakan sosialisasi pembangunan kawasan pedesaan di Kabupaten Melawi tahun 2019, Kamis (2/5) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi. Kegiatan itu dibuka Bupati Melawi, Panji, dan dihadiri seluruh kepala desa di Melawi.

Kepala DPMD Melawi, Junaidi mengatakan, pembangunan kawasan tersebut program pemerintahan pusat, agar kawasan yang berada di sejumlah desa bisa dijadikan satu kawasan. Misalnya kawasan untuk membangun embun dengan nilai milyar An, jadi beberapa desa bisa dijadikan satu dan penggunaan embun itu sejumlah desa yang digabung tadi. Begitu juga jika pembangunan sarana lainnya, misalnya pariwisata, yang inkam dari pariwisata itu masuk ke desa yang digabung.

“Artinya gabungan kawasan ini dimulai dari kesepakatan tingkat desa mengenai rencana pembangunan apa yang menggabungkan desa-desanya, setelah itu baru di SK kan oleh Bupati. Saat ini sudah ada direncanakan sejumlah desa yang nanti kita undang sejumlah desa tersebut, misalnya membuat 5 kawasan dulu,” katanya.

Junaidi mengatakan, yang sulit menemukan lokasi atau kawasan di daerah dalam kota, yang cukup banyak itu daerah pedalaman seperti yang di asuki daerah transmigrasi. “Kalau untuk Pinoh Utara agak susah nemukan kawasan itu, paling-paling hanya 2 desa saja yang bisa digabungkan,” katanya.

Junaidi mengatakan, pemerintah pusat sangat banyak anggaran untuk pembangunan kawasan tersebut, yang tentunya sangat sayang jika di Melawi tidak memanfaatkan program itu. “Melawi ini sangat banyak objek wisata, jadi 5 sampai 6 desa bisa membangun tempat wisata. Jangan semuanya mengelola pariwisata, nanti tidak ada yang mengunjungi,” paparnya.

Ketika ditanya mengenai apalah pembangunan kawasan dengan menggabungkan sejumlah desa tersebut bisa menimbulkan. Klaim-Klaim dari pihak desa, Junaidi menjelaskan tidak akan bisa. Karena ini program lansung dari pusat, bukan membangun menggunakan dana desa. “Ini program khusus. Yg sekarang ini kita tetapkan desa dulu, kemudian merencanakan apa ingin dibangun. Itu pebgusulannya harus dengan SK Bupati,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Melawi, Panji mengatakan, program pembangunan kawasan pedesaan sangat baik. Artinya mencoba melihat desa dalam kelompok-kelompok yang ada, dan tidak hanya satu desa saja, namun melihat dikeseluruhan desa yang ada.

“Namun saya punya catatan-catatan, sebelum melihat lebih jauh tentang kawasan perdesaan, tentang apa yang menjadi kendala, persoalan agar bisa melaksanakan program ini dengan baik untuk program yang lebih besar. Ini mungkin program baru tentang pembangunan kawasan, apalagi kita ada kaitannya dengan macam-macam jenis kawasan kehutanan, budaya petani yang bermaacam-macam. Sehingga juga menjadi pengenalan kawasan setemat, sehingga nantinya bisa disesuaikan dengan keadaan yang ada. jadi ada keterpaduanlah tentang pembangunan kawasan desa,” pungkasnya. (Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.