DPRD: Butuh Ketegasan Pemprov Atasi Kabut Asap

Kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Barat meminta pemerintah provinsi setempat untuk bersikap tegas dalam mengatasi dan menindaklanjuti kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah tempat akhir-akhir ini. <p style="text-align: justify;">Anggota DPRD Kalbar dari Fraksi PAN, Ikhwani A Rakhim di Pontianak, Jumat, mengatakan, perlu ditelusuri masalah kabut asap yang selalu terjadi berulang setiap tahun ketika musim kering.<br /><br />"Apakah perangkat hukumnya yang tidak ada atau aparatnya yang tidak mau menjalankan, mungkin juga ada oknum yang sengaja bermain dengan kondisi seperti ini," kata Ikhwani yang juga Ketua DPW PAN Kalbar itu.<br /><br />Ia menambahkan, beberapa waktu lalu pernah diambil tindakan tegas kepada sejumlah perusahaan yang dituding membakar lahan. Kasus itu sempat disidang di pengadilan meski kemudian ketiganya lolos.<br /><br />Ia melanjutkan, sudah banyak masalah yang timbul dan dirasakan oleh masyarakat Kalbar akibat kabut asap. Kalbar, kata dia, juga dituding sebagai produsen asap yang membuat wajah negara di mata negara tetangga menjadi buruk.<br /><br />Selain itu, banyak warga yang terkena penyakit yang ditimbulkan oleh asap dan juga terganggunya transportasi udara akibat menurunnya jarak pandang.<br /><br />Anggota DPRD Kalbar lainnya, M Syafrani mengatakan, Pemprov Kalbar harus tegas dalam menyikapi perusahaan yang diduga menjadi pemicu kabut asap.<br /><br />Syafrani menambahkan, selain perusahaan, harus ada sosialisasi yang diberikan Pemprov Kalbar terhadap para petani agar tidak mengunakan cara membakar sebelum mengolah lahan.<br /><br />Sementara berdasarkan pantauan Kementerian Kehutanan, sejak awal April terdapat sekitar 38 titik panas di Kalbar. Lokasi terbanyak di Kabupaten Kubu Raya (9 titik panas), Kabupaten Pontianak (tujuh), Kabupaten Ketapang, Sanggau dan Sambas (masing-masing lima), kabupaten Bengkayang (empat), Kota Singkawang, Kabupaten Landak dan Sintang (masing-masing satu lokasi).<br /><br />Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Hazairin mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, curah hujan di Kalbar diprakirakan masih terbilang normal hingga Mei mendatang.<br /><br />"Mudah-mudahan saja dalam waktu dekat cepat turun hujan sehingga tidak mengganggu jadwal musim tanam berikutnya," kata Hazairin. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.