DPRD: Kesejahteraan Pegawai Honor Perlu Ditingkatkan

Kalangan anggota DPRD Kota Palangka Raya meminta jajaran pemerintah kota (Pemkot) perlu mempertimbangkan tingkat kesejahteraan pegawai honorer agar mereka bekerja lebih serius bagi kepentingan masyarakat. <p style="text-align: justify;">"Para tenaga kontrak atau honor tersebut juga merupakan bagian dari organisasi yang menjalankan roda pembangunan kota, khususnya membantu kinerja aparatur negara," kata Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto, di Palangka Raya, Jumat.<br /><br />Sigit mengatakan bahwa saat ini masih ada pegawai kontrak yang menerima honor di bawah upah minimum, sehingga dapat dikatakan kesejahteraan mereka masih berada di bawah standar.<br /><br />Dia mengatakan, jam kerja para pegawai kontrak tersebut juga sama dengan pengawai negeri sipil lainnya, sehingga sudah seharusnya pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan mereka.<br /><br />"Saya menilai hal ini sering sekali terlupakan oleh kita, dan berbagai alasan menjadi acuan. Oleh sebab itu, mari kita jadikan hal ini sebagai pertimbangan bersama," ucap Sigit.<br /><br />Terkait dengan adanya informasi kenaikan upah regional, pihaknya mengharapkan upah tenaga kontrak bisa disesuaikan dengan ketentuan dan aturan yang berlaku, khususnya untuk tenaga kontrak di ruang lingkup Pemkot Palangka Raya.<br /><br />Sigit mengungkapkan, ada beberapa tenaga kontrak yang sudah mengabdi lebih dari lima tahun, namun belum mendapatkan upah sesuai ketentuan. Apabila hal itu terkait dengan anggaran, maka DPRD dapat duduk bersama Pemkot untuk membahasnya lebih lanjut.<br /><br />"Saya juga berharap, bagi tenaga kontrak yang sudah lama mengabdi nama mereka bisa dimasukan ke dalam data untuk diangkat menjadi pegawai negeri," ujarnya.<br /><br />Berkaitan dengan upah minimun, katanya, tidak hanya berlaku bagi pegawai kontrak jajaran pemerintah tapi perusahaan swasta daerah ini juga harus menerapkannya.<br /><br />"Sering kita lihat para pegawai melakukan aksi demo meminta kenaikan upah karena penghasilan tidak sesuai dengan kebutuhan. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama, khususnya mengacu pada aturan yang berlaku," demikian Sigit. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.