Firman Tegaskan Nyogok Tak Menjamin Lolos CPNS

Hingga Jumat, tercatat 858 pelamar CPNS yang telah mendaftar secara online menyerahkan berkas ke BKD Melawi. <p style="text-align: justify;">Jumlah ini akan terus bertambah karena setidaknya sudah 1.400 pelamar yang diketahui melakukan pendaftaran secara online.<br /><br />Kepala BKD Melawi, Syafaruddin ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/9) mengungkapkan 858 pelamar yang sudah menyerahkan berkasnya tersebut kemudian nantinya akan diverifikasi oleh BKD.<br /><br />“Setelah verifikasi, baru kemudian nantinya keluar nomor tes. Verifikasi Berkas sendiri dilakukan sampai 23 September,” jelasnya.<br /><br />Pemkab Melawi sendiri menyediakan 91 formasi CPNS yang terdiri dari tenaga kesehatan, pendidikan dan teknis. Pelaksanaan tes belum ditetapkan jadwalnya dan kemungkinan akan berlangsung pada Oktober mendatang.<br /><br />“Untuk tes akan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Nanga Pinoh. Disana kita siapkan 50 unit komputer yang akan digunakan untuk tes CPNS yang menggunakan sistem CAT. Kalau pesertanya sebanyak 1.400 orang dan ada lima shift satu hari, pelaksanaan tes bisa berlangsung hingga enam hari,” paparnya.<br /><br />BKD sendiri, ujar Syafaruddin sudah berkomunikasi dengan pihak PLN agar tidak melakukan pemadaman saat tes. Pihak panitia seleksi juga berencana menambah UPS pada komputer server sebagai antisipasi bila nantinya terjadi listrik padam.<br /><br />Sebelumnya, Bupati Melawi, Firman Muntaco saat kunjungan kerja ke Ella Hilir mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak mencoba menyogok dengan uang agar bisa lulus seleksi CPNS. Karena saat ini tidak ada satupun pihak yang bisa menjamin bahwa bisa menjadi PNS dengan cara menyogok.<br /><br />“Sekarang yang mengetes langsung dari Jakarta, bukan bupati. Jadi jangan coba-coba bawa uang lalu minta tolong agar lulus PNS. Tidak ada yang bisa jamin. Kalau dia lulus, itu karena memang kemampuannya sendiri,” tegasnya.<br /><br />Firman sendiri berharap agar putra daerah asal Melawi mampu lulus tes PNS sehingga tak seluruhnya diborong oleh masyarakat dari luar Melawi. Karena dengan sistem seleksi CPNS secara online, orang dari berbagai daerah bisa mengikuti seleksi CPNS di Melawi.<br /><br />“Yang ditakutkan kalau yang lulus dari luar daerah, baru dua atau tiga tahun di Melawi langsung minta pindah. Makanya saya berharap setidaknya 80 persen putra daerah yang lulus,” katanya.  <strong>(ek/kn)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.