Fraksi PKB Sorot Kios di Pasar Raya Sintang

SINTANG – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Sintang menyampaikan pandangan umumnya. Pandangan Fraksi PKB disampaikan oleh juru bicaranya yakni Syahroni pada Rapat Paripurna ke-16 DPRD Sintang, Senin (05/11/2018).

Fraksi PKB menyarakan agar kios-kios yang ada dipasar raya yang masih kosong dicarikan solusinya,” karena masih banyak kios yang belum terisi,” ujar Syahroni.

Dibidang infrasruktur Fraksi PKB meminta penanganan pada ruas jalan Manis Raya menuju Nanga Pari kecamatan Sepauk.

“Pemkab Sintang juga harus menginventaris kondisi jembatan di kecamatan Tempunak dan Sepauk, seperti jembatan yang kondisinya rusak di ruas jalan Manis Raya – Nanga Pari dan ruas jalan Langkenat menuju Nanga Sepauk,” pintanya.

Wakil Bupati Sintang Askiman mengucapkan terima kasih atas masukan dari fraksi PKB. Pemerintah Kabupaten Sintang melalui disperindag sudah melakukan upaya untuk memaksimalkan kios-kios yang ada di pasar raya Sintang dengan memberikan surat peringatan kepada pengguna kios pasar raya dengan peringatan pertama, kedua dan ketiga serta melakukan penyegelan terhadap kios yang tidak mengindahkan peringatan dimaksud.

“Pengguna kios yang tidak patuh akan diambil tindakan tegas mulai dari peringatan hingga penyegelan tempat usaha (Kios.red),” kata Askiman.

Melalui Disperindagkop dan UKM juga telah melakukan pembukaan pendaftaran untuk kios yang berada di lantai dengan memberikan informasi tentang persyaratan dan ketentuan yang harus dilengkapi. Pendaftaran buka setiap hari kerja di kantor disperindagkop dan ukm Kabupaten Sintang.

“Adapun permasalahan sepinya dan banyaknya kios pasar raya yang tidak buka di karnakan daya beli masyarakat kurang serta banyaknya penjualan online yang sekarang mudah di akses masyarakat luas,” terang Askiman.

Menggapi usulan penangan pada ruas jalan Manis Raya – Nanga Pari kecamatan Sepauk, Askiman mengatakan bahwa, ruas jalan Manis Raya – Sekujam Timbai dan SP Buluh Kuning – Nanga Pari sudah masuk ke dalam usulan dana DAK penugasan 2019.

“realisasi tergantung hasil konreg DAK pada akhir bulan november tahun ini,” kata Askiman.
Sementara mengenai permintaan menginventaris kondisi jembatan – jembatan yang kondisinya rusak di ruas jalan Manis Raya – Nanga Pari Dan Ruas Jalan Langkenat – Nanga Sepauk, Askiman memastikan Pihaknya melalui Dinas Pekerjaan Umum akan segera menginventarisasi jembatan-jembatan yang kondisinya rusak di ruas jalan tersebut.

“Namun realisasi penanganannya tergantung pada ketersediaan anggaran,” pungkasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.