Gangguan Jaringan Hingga Server Meledak Dominasi Masalah UNBK SMA Di Melawi

MELAWI – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA di Melawi dalam empat hari lalu banyak mengalami masalah. Gangguan jaringan internet paling mendominasi yang membuat ujian dimulai dari siang hari hingga persoalan listrik padam dan gangguan pada server.

Salah satu sekolah yang mengalami hilangnya sinyal internet yakni SMA Negeri 1 Belimbing Hulu. UNBK pada hari pertama dan kedua terpaksa berjalan tidak sesuai jadwal karena kegagalan komputer siswa terhubung dengan jaringan internet.

“Hari pertama kami mulai dari jam 11.45, molor beberapa jam dari jadwal awal. Akibatnya sesi ketiga UNBK baru berakhir sekitar jam 07.00 malam, keluh Kepala SMAN 1 Belimbing Hulu,” Rafael Rafin.

Ia menerangkan, keterlambatan pelaksanaan UNBK disebabkannya gangguan pada jaringan internet. Sinyal yang tak terkoneksi ke server pusat membuat sekolah harus menunggu hingga kondisi jaringan stabil.

“Bahkan hari kedua, kondisinya juga serupa. Kami belum juga bisa memulai sesuai jadwal,” katanya.
Wilayah SMAN 1 Belimbing Hulu sendiri berada jauh dari jangkauan jaringan seluler sehingga terpaksa harus menggunakan internet satelit. Gangguan jaringan ini, lanjut Rafin, baru muncul justru saat pelaksanana UNBK.

“Saat simulasi lancar, tidak ada masalah, hanya biasalah kendala pada hari pertama. Tapi justru pas hari H malah bermasalah,” katanya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se Kabupaten Melawi, Sumardiyana mengungkapkan persoalan hilangnya jaringan menjadi masalah utama pelaksanaan UNBK. Setidaknya pada hari pertama.

“Kendala memang banyak dialami sekolah lain. Diantaranya baru mulai diatas jam 11. Seperti SMAN 1 Belimbing Hulu, SMA Negeri 1 Nanga Pinoh dan SMA Muhammadiyah, “katanya.

Bila di Belimbing Hulu penyebabnya karena gangguan jaringan, Sumar mengungkapkan di SMA Muhammadiyah sempat terjadi masalah karena meledaknya server di dalam sekolah. Kemudian juga gangguan server terjadi di SMAN 1 Nanga Pinoh.

“Kalau sekolah lain di kecamatan, kebanyakan terkena pemadaman PLN, seperti di Pinoh Selatan, hanya hari kedua sudah lancar. Kalau kecamatan lain seperti Ella dan Menukung, Tanah Pinoh dan Sokan berjalan lancar,” katanya.

Dikatakan Sumar, yang menjadi kekhawatiran sekolah memang ada tiga hal, yakni persoalan listrik, jaringan internet dan sarana dan prasarana UNBK. Untuk listrik memang sulit diantisipasi karena tergantung pada PLN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *