Gawai Tutup Tahun Adalah Adat Budaya Masyarakat Dayak

SEKADAU – Gawai tutup tahun atau ada yang menyebutnya “Gawai Nyapat Tahun” tergantung daerah dan kampung masing-masing.

Di Kabupaten Sekadau khususnya, musim gawai biasanya dimulai dari awal bulan Mei sampai awal bulan Juli dengan hari dan tanggal yang berbeda. Boleh dikatakan, semua kampung Desa atau Dusun merayakan gawai setiap akhir tahun.

Saat musim Gawai Tutup tahun, biasa bersamaan dengan gawai penganten baru yakni nikah adat setempat. Tidak jarang, nikah adat ini diikuti 2 atau 3 pasangan penganten secara bersamaan.

“Selain itu, juga ada” Gawai Gayak” yang biasanya dipusatkan disuatu tempat, Kabupaten atau Kecamatan tergantung kesepakatan karna bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat”.

Gawai tutup tahun merupakan adat dan budaya masyarakat dayak khususnya di Kabupaten Sekadau yang sampai saat ini masih dilaksanakan tiap tahunnya karna ini adalah budaya dari nenek moyang terdahulu.

Pada saat gawai dikampung-kampung, tidak jarang juga masyarakat dikampung tersebut mengundang para Pejabat dari Pemerintah Daerah dan merupakan suatu kehormatan bagi mereka ketika Pejabat yang diundang menghadiri gawai dikampunnya.

“Uniknya, saat gawai para tamu dan tuan rumah makan dan minum bersama, kerumah-rumah warga dan ada yang makan bersama disuatu tempat yang sudah disediakan”.

Bukan hanya di Kabupaten Sekadau saja, namun di daerah lainnya Gawai tutup tahun khususnya masyarakat Dayak juga ada gawai karna, gawai merupakan adat dan budaya yang tidak bisa dihilangkan. (AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.