Gizi Mempengaruhi SDM

SINTANG, (kalimantan-news) – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, membuka rapat finalisasi hasil review rencana aksi daerah pangan dan gizi di Balai Praja Kompleks Kantor Bupati Sintang, Rabu (24/1/2018).

Masalah gizi merupakan masalah serius yang perlu mendapat perhatian khusus, karena hal ini mempengaruhi kualitas sumber daya manusia kita,” kata Yosepha.

salah satu fokus pemerintah saat ini, masalah stunting pada anak sebagai akibat dari kekurangan gizi,” terang Yosepha.

Lanjut Yosepha, sisi lain, modal utama investasi pembangunan di Indonesia, juga di Kabupaten Sintang, kita memerlukan SDM yang berkualitas, hal ini dimulai dari asupan gizi yang baik sejak mulai dalam kandungan,kata Yosepha.

Selain itu Yosepha juga menerangkan bahwa upaya penanganan gizi tidak hanya menjadi persoalan kesehatan semata, tetapi diperlukan kebijakan, strategi, regulasi dan koordinasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat dan lembaga serta stakeholder terkait.

“Berdasarkan data pemantauan status gizi (PSG) Balita di Kalimantan Barat, angka stunting di Kabupaten Sintang tahun 2015-2017 ada di angka 44,1% (persen), untuk itulah pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen melaksanakan pembangunan sesuai dengan RPJMD yang telah di tetapkan, hal tersebut meliputi berbagai upaya untuk mewujudkan masyarakat Sintang yang sehat dan cerdas,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, Kartiyus memaparkan profil program kampanye gizi Nasional-cegah stunting di Kabupaten Sintang.

“kegiatan kampanye gizi nasional yang dilaksanakan pada juli 2017 hingga februari 2018 kita lakukan di lima kecamatan, Kayan hilir, Ketungau Hulu, Kelam Permai, Binjai Hulu, dan Sungai Tebelian ” papar Kartiyus.

Lanjut Kartiyus, dengan capaian total 92 desa, kelas Ibu hamil ada 99 kegiatan dan kegiatan aktivasi posyandu ada 117 kegiatan, terangnya.

Selain itu, Kartiyus juga menjelaskan ada beberapa kegiatan lainnya seperti advokasi dan penjangkauan tingkat desa atau outreach. Angka capaian program kampanye gizi ini antara lain, jumlah balita yang dimonitor berat badan mencapai 6.000 balita dari 8.000 balita yang terdata. Kegiatan konseling bagi ibu hamil dan ibu balita dari 363 orang diawal naik menjadi 536 orang. Jumlah ibu hamil yang menerima konseling dalam kunjungan rumah berkisar antara 150-250 setiap bulan, dan sejumlah kegiatan lainnya.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan kerjasama antara Millenium Challenge Account Indonesia (MCA-I), IMA World Health, PELKESI dan PKBI KALBAR” terang Kartiyus.

Sementara itu, ketua DPRD, Jeffray Edward saat menghadiri RADPG mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung segala kegiatan yang telah dilakukan pemerintah bersama dengan berbagai stake holder terkait dalma kampanye gizi nasional dan pencegahan stunting ini.

“masalah stunting ini adalah masalah yang serius ya, perlu sangat kita perhatikan, harapan kita melalui program ini semua pelayanan kepada ibu hamil dan anak bayi harus maksimal,” terang Jeffray.(HM/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.