Gubernur Akan Lanjutkan Program Beasiswa Kaltim Cemerlang

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak bersama wakil Gubernur Mukmin Faisyal yang akan dilantik pada 17 Desember 2013 akan tetap melanjutkan program Beasiswa Kaltim Cemerlang selama lima tahun kepemimpinannya, 2013-2018. <p style="text-align: justify;">"Program Beasiswa Kaltim Cemerlang yang sudah digulirkan pada periode 2009-2013 akan tetap dilanjutkan dalam periode 2013-2018 karena program ini untuk meningkatkan mutu pendidikan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) H Musyahrim di Samarinda, Senin.<br /><br />Program Kaltim Cemerlang yang berarti cerdas, merata dengan prestasi gemilang, merupakan upaya Pemprov Kaltim memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa bukan hanya untuk warga Kaltim, tetapi juga untuk warga Kalimantan Utara (Kaltara), provinsi baru hasil pemekaran dari Kaltim.<br /><br />Ia mengatakan, untuk pemerataan penerima beasiswa, maka dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2013-2018, sistem pendaftaran untuk memperoleh beasiswa akan direvisi.<br /><br />"Kalau sebelumnya semua pendaftarannya dilakukan melalui internet, ke depan untuk kawasan perbatasan dan daerah terpencil dilakukan secara manual," katanya.<br /><br />Untuk daerah perkotaan, kata Musyahrim, pendaftaran untuk mendapatkan beasiswa tetap dilakukan secara online, tetapi di kawasan perbatasan dan daerah terpencil yang belum ada akses internet, dilakukan kerja sama dengan dinas pendidikan di kabupaten untuk mendata pelajar dan mahasiswa yang akan mendapatkan beasiswa.<br /><br />Menurut dia, beasiswa Kaltim Cemerlang diberikan kepada pelajar berprestasi dan tidak mampu, termasuk kepada mahasiswa berprestasi yang tidak mampu di semua program studi sehingga terjadi pemerataan penyalurannya.<br /><br />Selain menyalurkan beasiswa, katanya, pihaknya juga tetap mengembangkan sekolah unggulan yang tersebar di kabupaten dan kota, karena sekolah unggulan untuk memberikan pelayanan kepada siswa unggul.<br /><br />Hal ini, menurut dia, perlu dilakukan karena perkembangan pendidikan bagi siswa unggul tidak akan maksimal jika hanya dididik setara dengan standar pendidikan yang ada, sebab dalam pendidikan di sekolah umum dilakukan penyamarataan.<br /><br />"Pengembangan sekolah unggulan bukan berarti mengecilkan kualitas pendidikan pada sekolah konvensional atau sekolah umum. Sekolah konvensional kualitasnya bagus, tetapi tidak cocok untuk siswa unggul," ujarnya.<br /><br />Dia mengatakan, bagi siswa yang tingkat kecerdasannya umum tetap bersekolah di sekolah konvensional, tetapi bagi siswa unggul sebaiknya dididk di sekolah unggulan. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.