Gubernur: Keunikan Budaya Papua Aset Pengembangan Pariwisata

Penjabat Gubernur Papua Syamsul Arief Rifai mengatakan, keunikan budaya dan seni yang dimiliki Papua serta kekayaan alam menjadi aset daerah dalam pengembangan pariwisata. <p style="text-align: justify;">Syamsul Arief Rifai menyampaikan hal itu melalui Asisten Tiga Bidang Umum Setda Provinsi Papua Waryoto pada pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem ke-22, di Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin.<br /><br />Menurut dia, kekayaan seni dan budaya yang dimiliki Papua harus tetap digali dan dikembangkan, guna memperkokoh jati diri.<br /><br />"Tantangan yang saat ini kita hadapi yakni globalisasi dan pasar bebas. Ini merupakan suatu tantangan untuk bersaing dalam merebut pasar dalam bentuk barang dan jasa. Untuk itu, seni dan budaya perlu digali dan dilestarikan," ujarnya.<br /><br />Dia menilai, untuk menghadapi persoalan itu, diperlukan etos yang tinggi untuk pengembangan budaya dan pariwisata melalui paradigma baru yaitu melalui pembangunan pariwisata yang berbasis pada rakyat agar peningkatan perekonomian rakyat dapat terwujud.<br /><br />Kuncinya, lanjut Penjabat Gubernur Syamsul, harus ada keterlibatan semua pihak dan kesatuan suku-suku bangsa serta etnik budaya Papua, guna mendorong semangat kreativitas, inovasi seni dan budaya.<br /><br />"Hal ini perlu dilakukan guna mendorong kepercayaan dan jati diri masyarakat Jaya Wijaya untuk sejajar dengan masyarakat lainnya, sehingga Wamena dapat dijadikan sebagai kota tujuan atau destinasi wisatawan nasional maupun internasional," ucap Syamsul.<br /><br />Dia mengatakan, pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem ini sangat tepat sebagai pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang bertumpu pada keselarasan dan keserasian.<br /><br />Sehingga dapat terhindar dari pengeksploitasian sumber daya alam dan budaya secara berlebihan, karena akan memberikan dampak positif terhadap tatanan kehidupan masyarakat.<br /><br />Dengan demikian, potensi yang sangat besar dibidang pariwisata harus dikelolah dengan baik dan profesional agar dapat memberikan manfaat.<br /><br />Festival Lembah Baliem ke-22 2011, ujar Syamsul, bertujuan untuk memperkenalkan, mempromosikan sekaligus mempertahankan nilai budaya dari suku-suku yang ada di daerah itu, guna mempromosikan Papua sebagai destinasi wisata.<br /><br />Untuk itu, Penjabat Syamsul Arief meminta kepada Dinas Pariwisata Provinsi Papua agar dapat memperhatikan hal ini sekaligus memfasilitasi agar penyelenggaraan kedepan dapat dilaksanakan dalam satu bentuk paket wisata.<br /><br />"Saya harap ke depan Dinas Parowisata Provinsi Papua dapat lebih memperhatikan dan berperan aktif dalam memperkenalkan sekaligus mempromosikan seni dan budaya Papua dalam bentuk satu paket," katanya.<strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.