Gubernur: Saya Tak Marah Lagi Kepada Isran

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengaku sudah tidak marah lagi kepada Bupati Kutai Timur Isran Noor setelah mereka bertemu, karena kemarahannya muncul lantaran tidak mengetahui langsung tentang pengunduran diri Isran. <p style="text-align: justify;">"Anda saja jika sebagai pimpinan, pasti akan marah jika tidak mengetahui bahwa anak buah anda mundur. Begitu juga dengan saya sebagai gubernur, masak saya tidak tahu ada bupati yang mundur," ujarnya dengan nada tanya kepada wartawan di Samarinda, Senin.<br /><br />Apalagi, lanjut Awang, pengunduran diri Isran Noor tersebut tidak ada masalah apapun, sehingga dia mengaku kaget ketika membaca berita di surat kabar tentang pengunduran diri Isran yang tanpa meminta persetujuan darinya terlebih dulu.<br /><br />"Tadi waktu kami ketemu. Pak Isran bilang, saya dengar bapak marah pada saya. Saya katakan, ya pasti marah, masa saya tahu anda mundur justru dari koran, bukan dari anda langsung. Tapi, kemarahan saya itu hanya sebentar setelah kami berdialog, kemarahan saya sekarang sudah reda," kata gubernur lagi.<br /><br />Sekarang, lanjut dia, surat pengunduran diri Isran Noor dari jabatan bupati Kutai Timur sudah diproses DPRD setempat.<br /><br />Namun, gubernur mengatakan DPRD Kutai Timur tidak bisa memberhentikan Isran sebagai bupati, karena yang bersangkutan tidak memiliki kesalahan, tetapi mengundurkan diri.<br /><br />Awang Faroek menambahkan sebagai gubernur, kini dia tidak bisa mencegah lagi karena surat pengunduran Isran sudah diserahkan ke DPRD dan Menteri Dalam Negeri, tetapi dia menyarankan kepada Isran agar benar-benar serius menekuni pekerjaan baru yang akan diambilnya, baik sebagai guru maupun dosen.<br /><br />Pengunduran diri Isran sebagai bupati tersebut tertuang dalam surat Nomor 131/150/OTDA/II/2015 tanggal 27 Februari 2015 yang diserahkan kepada Ketua DPRD Kutai Timur Mahyunadi saat rapat paripurna.<br /><br />Gubernur juga mengatakan bahwa meskipun Isran Noor telah mundur dari bupati, tetapi masih memiliki komitmen untuk mendukung tuntutan otonomi khusus (otsus) yang digaungkan Pemprov Kaltim bersama masyarakat.<br /><br />"Saya katakan lagi kepada Pak Isran, tuntutan otsus untuk Kaltim ini bukan dilakukan oleh Pemprov Kaltim, tetapi justru digaungkan oleh rakyat. Jadi Pak Isran sebagai rakyat Kaltim justru akan memperkuat tuntutan otsus," kata gubernur lagi. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.