Guru SMKN Banjarmasin "Pukul" Siswa

Guru olahraga SMKN 1 Banjarmasin diduga melakukan pemukulan terhadap siswanya gara-gara siswa yang bersangkutan mengeluarkan suara tinggi saat ditegur guru tersebut. <p style="text-align: justify;">Kepala Sekolah SMKN 1 Banjarmasin, Susilo Rochmanhadi R di Banjarmasin, Rabu mengatakan, dirinya belum mendapatkan laporan yang lengkap terkait adanya kejadian itu.<br /><br />Namun, walaupun ada pastinya akan diselesaikan secara kekeluargaan atau secara intern sekolah, karena kejadian ini merupakan hal yang biasa saja dari salah paham.<br /><br />Dikatakannya, menurut informasi yang didengar, siswa kelas 1 jurusan Tata Niaga SMKN 1 Banjarmasin, bernama Sukma Hayono (15) melintas di tangga khusus guru, namun saat ditegur siswa tersebut malah menjawab dengan mengeluarkan suara nyaring sambil cuek terhadap guru tersebut.<br /><br />Guru yang menegur dan mendengar suara yang dikeluarkan siswa tersebut lantas memanggilnya sambil bertanya "besuara apa tadi saat ditegur" sambil menapak mulut siswa tersebut.<br /><br />Atas kejadian itu kemungkinan siswa tersebut tidak terima lalu melapor dan mengadu kepada orang tuanya, dengan bilang bahwa dia dipukul guru.<br /><br />Untuk guru sendiri diketahui bernama Aditya Rahman guru olahraga sekolah setempat yang diduga telah melakukan pemukulan terhadap siswa didiknya.<br /><br />"Masalah ini tidak usah diperbesar, ini hanya masalah intern sekolahan kita saja, dan nantinya akan kita selesaikan secara kekeluargaan dan akan kita panggil siswa, orang tua, wali murid dan guru yang bersangkutan," terangnya kepada wartawan.<br /><br />Sementara itu Aditya Rahman saat di konfirmasi, membantah dirinya melakukan pemukulan terhadap siswa didiknya, hanya saja dia menapak mulut siswa tersebut sebanyak 1 kali itupun pelan dan kejadian itu terjadi pada Rabu (2/10) pagi sekitar pukul 09.30 wita.<br /><br />Perbuatan itu dia lakukan hanya bertujuan untuk memberitahu kepada siswa tersebut agar jangan berani kepada orang tua ataupun guru apabila di tegur demi kebaikan.<br /><br />"Saya tidak memukul, saya hanya menapak bibirnya pelan sambil berkata ngomong apa tadi kok keliatannya pakai suara tinggi saat ditegur, dan isu saya memukul sebanyak tiga kali itu tidak benar," ucap guru muda tersebut. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.