Harga Kebutuhan Pokok Berangsur Normal

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kubu Raya Syamsurizal mengatakan pada hari keempat bulan Ramadhan tahun ini, harga kebutuhan pokok berangsung normal. <p style="text-align: justify;">"Dari hasil sidak yang kita lakukan hari ini, ternyata beberapa harga kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng dan komoditas lainnya mengalami penurunan," kata Syamsurizal di Sungai Raya, Rabu.<br /><br />Untuk harga beras premium, pada saat menjelang puasa berkisar Rp11 ribu dan saat ini sudah turun menjadi Rp9 ribu atau normal.<br /><br />Demikian dengan harga telur ayam, sebelum puasa harganya mencapai Rp1,200 sampai Rp1.400. Sedangkan saat ini hanya Rp900 hingga Rp1.200.<br /><br />Untuk harga daging pada hari puasa pertama, Rp76 ribu hingga Rp80 ribu dan sekarang harganya berkurang Rp72 ribu.<br /><br />Sedangkan untuk harga ayam potong tidak mengalami penurunan, saat hari pertama puasa harganya Rp28 ribu dan bertahan hingga sekarang.<br /><br />"Yang naik signifikan adalah harga ayam kampung Rp65 ribu, sedangkan pada hari biasanya hanya Rp35 ribu hingga Rp38 ribu. Hal itu dikarenakan pada minggu ini juga bertepatan dengan kegiatan Sembahyang Kubur umat Tionghua," kata Syamsurizal.<br /><br />Dia berharap harga tersebut bisa bertahan dan stabil hingga hari raya Idul Fitri nanti. "Yang jelas kita akan selalu melakukan pemantauan di setiap pasar dan jika terjadi kenaikan harga barang kita akan segera mengambil tindakan salah satunya dengan menggelar pasar murah yang akan kita mulai pada hari Senin (8/8) nanti," katanya.<br /><br />Salah seorang pedagang di Pasar Parit Baru, Noto mengatakan penurunan dan kenaikan harga di pasar tersebut dilakukan para pedagang mengikuti harga yang ditetapkan oleh agen.<br /><br />"Kalau harga dari agen naik, mau tidak mau kita juga ikut naik, namun kita tetap mengupayakan harganya tidak terlalu tinggi. Biarpun dapat untuk sedikit, yang penting kita bisa tetap berjualan," kata Noto.<br /><br />Sementara itu, Hamdani, penjual daging ayam potong di pasar Kuala Dua itu mengatakan tingginya permintaan ayam kampung mengakibatkan pedagang ayam menaikkan harga. Hal tersebut biasanya dimanfaatkan pedagang menjelang ritual Sembahyang Kubur masyarakat Tionghua.<br /><br />"Kalau hari biasanya kita jual Rp36 ribu, tapi kalau menjelang sembahyang kubur, kita jual Rp65 ribu. Permintaan banyak, sementara ketersediaan ayam kampung cukup sulit dicari, makanya kita menaikkan harga," kata Hamdani. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.