Harga Minyak Tanah Barsel Melonjak Akibat Langka

Harga minyak tanah sejak beberapa bulan terakhir di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, melonjak tajam mencapai Rp8.500 hingga Rp10.000 per liter akibat mengalami kelangkaan. <p style="text-align: justify;">"Kelangkaan minyak tanah dan harganya yang melonjak tajam kami tentu merasa terbebani sekali. Sebab sudah harganya cukup mahal barangnya sulit didapat, itu berdampak pada perekonomian kami," kata seorang warga Buntok Yuli, di Buntok, Rabu.<br /><br />Ia mengatakan, meski harga minyak tanah mahal pihaknya tetap rela mengantre berjam-jam di pangkalan untuk mendapatkan barang tersebut, sebab sudah menjadi kebutuhan pokok sebagai bahan bakar kompor untuk memasak.<br /><br />Pihaknya berharap, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan bisa segera mencarikan solusi agar harga dan stok minyak tanah di kawasan setempat bisa kembali normal sehingga perekonomian juga kembali seperti biasanya.<br /><br />Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Barsel, D Tampubulon mengatakan, harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak tanah di Buntok Rp3.880 per liternya. Namun ia mengaku masih ada pangkalan yang menjual di atas HET yakni berkisar antara Rp4.500 sampai Rp5.000 per liter.<br /><br />"Sebetulnya kami mencoba konversi minyak tanah ke elpiji semenjak 2010, namun masyarakat masih banyak yang enggan beralih ke tabung gas tiga kilogram," ucapnya.<br /><br />Menurut Tampubulon lonjakan harga minyak tanah menjadi cukup tinggi tersebut terjadi di tingkat pengecer dan pihaknya tidak bisa mengontrol lonjakan harga tersebut.<br /><br />"Kami sudah pernah meminta Pertamina perwakilan Kalteng untuk menambah kuota minyak tanah di Barito Selatan, namun hanya dijawab bahwa stok yang diberikan sudah cukup. Kami juga tidak tahu kalau sudah cukup kenapa masih terjadi kelangkaan," ungkapnya.<br /><br />Di tempat terpisah, salah satu pemilik pangkalan minyak tanah di kawasan setempat menyatakan tidak mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan minyak tanah di Kabupaten Barito Selatan.<br /><br />"Kami tidak berwenang berkomentar, kalau ingin tahu silakan tanya Pemkab Barsel mengapa minyak tanah menjadi langka," ujar pemilik pangkalan dengan nada tinggi. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.