Telan Dana Rp. 3,4 M, Jalan Kota Baru-Ulak Muid Tak Sampai Pusat Kota

MELAWI – Pembangunan ruas jalan Kota Baru-Ulak Muid senilai Rp3,4 miliar yang sedang berjalan saat ini dipertanyakan sejumlah masyarakat di Kecamatan Tanah Pinoh Barat. Proyek tersebut hanya akan membangun jalan sepanjang enam kilometer. Padahal ruas jalan yang mesti diperbaiki jaraknya lebih jauh.

“Jalan poros kabupaten dari arah Kota Baru-Ulak Muid ternyata tak sampai ke Desa Ulak Muid yang merupakan pusat Kecamatan Tanah Pinoh Barat. Di nomenklaturnya dari Kota Baru-Ulak Muid. Tapi disurvei ke lapangan, itu pekerjannya hanya timbunan dan perbaikan jembatan sepanjang enam kilometer. Karena itu, nampaknya tidak mampu mencapai titik kecamatan kurang lebih empat sampai lima kilometer lagi,” kata Camat Tanah Pinoh Barat, Suandi ditemui di kantor Bupati Melawi belum lama ini.

Lebih lanjut Suandi memaparkan, selama ini akses utama desa-desa di Kecamatan Tanah Pinoh Barat hanya mengandalkan jalur sungai. Hanya akses sungai memerlukan biaya yang besar mengingat kondisi medan atau sungai yang berbatu dan dangkal saat kemarau.

“Karena itu saya sebagai camat mendorong agar pemerintah meningkatkan infrastruktur ke Tanah Pinoh Barat. Selama ini kami kerap mendengar anggaran yang masuk, tapi tak pernah terealisasi. Tahun ini masuk Rp3,4 miliar, tapi hanya sampai jarak enam kilometer, atau hanya sampai wilayah Mungguk Ombak (Desa Pelita Jaya). Padahal kondisi jalannya cukup bagus dan pernah ditimbun juga. Tapi sekarang juga ditimbun lagi,” katanya.

Suandi mengatakan, Kecamatan Tanah Pinoh Barat sendiri masuk dalam kecamatan tertinggal. Karenanya ia berharap pemerintah bisa menuntaskan jalan hingga ke Ulak Muid.

“Bersyukur bila nantinya jalan ini bisa diselesaikan di jalur Sungai Keluas sampai ke Dusun Mahikam. Karena satu-satunya yang bisa meningkatkan perekonomian hanya melalui jalan darat,” katanya.

Suandi mengatakan, Jalan yang dibangun tidak hanya menghubungkan antar desa, tapi juga dari desa menuju ibukota kecamatan. Selama ini pembangunan tidak pernah terjamah sampai ke kota kecamatan.
“Namun kami berterima kasih karena sudah mulai ada perhatian pemda untuk membangun jalan ke Tanah Pinoh Barat,” katanya.

Ditempat yang sama, Kades Ulak Muid, Jupriadi berharap agar Pemkab memberikan solusi agar sisa beberapa kilometer dari arah Kota Baru bisa sampai ke Ulak Muid untuk proses perbaikannya.

“Kami pun tidak mengotak atik yang sudah dibuat dalam kontrak kerja. Hanya kami berharap ada solusi agar jalan sampai ke Ulak Muid bisa dilewati kendaraan roda dua,” ujarnya.

Jupriadi berharap pembangunan ini bisa dibangun dalam waktu yang bersamaan dengan proyek pekerjaan jalan Kota Baru-Ulak Muid yang dilaksanakan oleh pihak ketiga ini.

“Kondisi jalan ini saat kemarau memang bisa dilewati roda dua, walau sudah banyak lubang. Hanya saat musim hujan, jalan darat ini sama sekali tidak bisa dilewati,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin meminta Pemkab Melawi bisa membantu memperbaiki ruas jalan ke arah Tanah Pinoh Barat, setidaknya hingga ke pusat kecamatan. Walau dana yang ada terbatas, setidaknya bisa dianggarkan melalui sumber dana lain, seperti melalui pos unit pemeliharan jalan dan jembatan (UPJJ) atau pos anggaran lainnya.

“Karena memang anggaran Rp3,4 miliar ini tak mampu sampai ke pusat kecamatan di Ulak Muid. Yang penting sekarang kan jalan ini bisa fungsional terlebih dahulu sehingga bisa digunakan oleh masyarakat di Tanah Pinoh Barat. Mungkin sisa jalan yang belum bisa dibangun bisa nantinya diperbaiki melalui UPJJ,” sarannya.

Sejumlah masyarakat di Kecamatan Tanah Pinoh Barat sebelumnya mempertanyakan proyek pembangunan ruas jalan Kota Baru-Ulak Muid yang sedang berjalan saat ini.

“Mereka kecewa ternyata proyek senilai Rp3,4 miliar itu tak sampai ke Desa Ulak Muid yang merupakan pusat Kecamatan Tanah Pinoh Barat,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Melawi, Makarius Horong, mengungkapkan, ruas jalan Kota Baru-Ulak Muid memang mendapat alokasi DAK sebesar Rp3,4 miliar. Namun penyebutan ruas ini katanya, tidak berarti bahwa seluruh rentang jalan tersebut akan dikerjakan dengan dana yang ada.

“Itukan penyebutan ruas jalannya. Yang ditingkatkan bisa jadi dari titik ini ke wilayah ini saja. Pembangunannya sesuai dengan kemampuan dana yang ada. Peningkatan ruas jalan Kota Baru-Ulak Muid dibangun melalui DAK penugasan. DAK ini menganut asas ketuntasan. Sehingga memang hanya bisa diusulkan untuk satu kali anggaran,” jelasnya.

Horong pun sudah mewacanakan untuk membantu perbaikan ruas hingga ke Ulak Muid menggunakan dana UPJJ. Menurutnya ada beberapa titik yang perlu diperbaiki sehingga akses jalan darat dari Kota Baru hingga Ulak Muid berjalan lancar.

“Maunya kita memang dibangun penuh sampai tuntas. Hanya DAK yang ada inikan terbatas, harus dibagi-bagi juga dengan daerah lain yang sama membutuhkan. Sehingga disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya. (Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.