Hutan di Sintang Tinggal 52 Persen, Dewan Minta Pemda Harus Bertanggung Jawab

SINTANG, KN – Hutan-hutan di Kabupaten Sintang saat ini tinggal 52 persen, karenakan sudah banyak yang dibakar. Maka dari itu diharapkan dapat dihijaukan kembali.

Hal tersebut disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Henri Harahap saat Jambore Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang yang diadakan Batalyon Infanteri 642 Kapuas Kompi Markas beberapa waktu lalu.

“Kalau dilihat sudah banyak hutan kita yang dibakar. Maka dari itu diharapkan untuk mengatasi ini harus ada Perda-nya,” ujarnya.

Menanggapi hal tersbut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Heri Jambri menilai, bahwa bicara soal hutan yang makin berkurang di Kabupaten Sintang, sebenarnya ini kejahatan Pemerintah Daerah (Pemda).

“Kenapa begitu, karena Pemda yang memberikan izin kepada investor perusahaan kelapa sawit di hutan kita ini,” ujar Jambri saat ditemui di Kantor DPRD setempat, kemarin.

Maka dari itu, kata Jambri, sudah semestinya kalau ada bencana alam yang diakibatkan oleh hutan dan segala macam hal terkait lainnya, pemerintah daerah yang mesti bertanggung jawab.

“Sudah semestinya Pemda yang bertanggung jawab kalau memang ada bencana seperti itu,” ujar Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini.

Kenapa, kata Jambri investor perkebunan kelapa sawit itu diberi izin utuk membuka areal perkebunan yang tidak berhutan saja. “Nah ini yang dibuka hutan semua. Habis hutan kita dibabat investor perkebunan kelapa sawit,” tegasnya.

Maka dari itu, kata Jambri, kalau bicara soal komitmen, bahwa penghancuran alam itu dilakukan oleh pemerintah secara terstruktur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.