Indonesia Galang Satu Suara Asean Untuk Iklim

Indonesia sebagai Ketua ASEAN bakal intensif menggalang negara-negara anggota untuk satu posisi menyuarakan isu perubahan iklim pada KTT ke-17 Perubahan Iklim di Durban, Afrika Selatan pada 2011. <p style="text-align: justify;">"Sejak Januari 2011, pejabat Senior dari 10 negara ASEAn bakal bertemu dan rapat untuk mempersiapkan suara bersama ASEAN dengan baik," kata Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta disela-sela penyelenggaraan KTT ke-17 Perubahan Iklim di Cancun, Meksiko, Jumat (10/12/2010).<br /><br />Gusti melihat selama ini tidak ada satu kesatuan suara atau posisi negara-negara ASEAN dalam negosiasi KTT Perubahan Iklim.<br /><br />"Kita memberi sinyal bahwa selama Indonesia menjadi Ketua ASEAN pada 2011 maka akan lebih menonjolkan ASEAN seperti dalam isu perubahan iklim," katanya.<br /><br />Isu perubahan iklim yang akan dibahas diantara negara ASEAN adalah mengenai mitigasi dan adaptasi termasuk mengenai program pengurangan emisi dari penggundulan dan kerusakan hutan (REDD plus).<br /><br />terlibat aktif<br /><br />Delegasi Indonesia (Delri) menyatakan berusaha tampil aktif dalam KTT ke-17 Perubahan Iklim, bahkan Indonesia ditunjuk menjadi salah satu fasilitator untuk melobi negara-negara peserta dalam hal mitigasi dan MRV perubahan iklim dalam negosiasi.<br /><br />"Harus disyukuri bersama, bahwa Presiden COP-16 (Patricia Espinosa) telah memberi kepercayaan kepada Indonesia, bersama beberapa menteri strategis negara-negara lain, untuk menjadi fasilitator negosiasi dalam pencarian titik temu antara negara-negara kunci," kata Ketua Delegasi RI Rachmat Witoelar di Cancun, Meksiko, Selasa.<br /><br />Tindakan ini dilakukan karena dirasakan oleh Presiden COP ada kecenderungan kuat negosiasi COP akan macet, tambahnya.<br /><br />Presiden COP-16, Patricia Espinosa, secara eksplisit meminta bantuan para fasilitator, untuk memfasilitasi kemajuan negosiasi dalam beberapa isu mengenai mitigasi dan MRV (Measurement, Reporting, and Verification).<br /><br />Delegasi RI melihat penunjukan sebagai fasilitas menjadi penegasan pengakuan dunia kepada peran Indonesia yang mampu melakukan pendekatan konstruktif kepada negara-negara kunci. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.