Inflasi Akhir Tahun Kalteng Ditarget Enam Persen

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan kenaikan inflasi sampai akhir tahun 2011 paling tinggi enam persen. <p style="text-align: justify;">"Target inflasi paling tinggi enam persen, karena bila melebihi enam persen maka dikhawatirkan akan berpengaruh pada tingkat pendapatan masyarakat," kata Wakil Gubernur Kalteng Achmad Diran di Palangka Raya, Rabu.<br /><br />Dikatakan, kondisi saat ini tidak membuat pemerintah daerah diam dan berpangku tangan, tetapi terus berupaya mencapai inflasi yang rendah dan stabil demi kesejahteraan masyarakan dan pengentasan kemiskinan.<br /><br />"Tim inflasi daerah harus membantu agar target penurunan inflasi tahun 2011 sebesar enam persen seperti di tetapkan dalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalteng dapat tercapai," ujarnya.<br /><br />Diutarakannya, ancaman kebakaran hutan bisa menimbukan penurunkan pasokan daging ayam ras, sapi dan komoditas lainnya. Keadaan semacam itu harus cepat di sikapi agar mengurangi dampak terhadap inflasi.<br /><br />"Saya perlu mengingatkan ketidaksiapan dan kekurangangcakapan dalam pengendalian inflasi, menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat," katanya.<br /><br />Dijelaskannya, ia sangat berharap peran serta dan kerja keras dari semua pihak untuk dapat berkerja lebih baik lagi dalam mengupayakan pencapaian inflasi yang rendah dan stabil pada bulan mendatang.<br /><br />"Saya memberikan apresiasi bagi anggota tim pengendalian inflasi Pemprov Kalteng dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) atas peran yang besar dalam pengendalian inflasi," tegasnya.<br /><br />Namun demikian, sambung dia, Pemprov Kalteng berharap spirit ini harus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat Bumi Tambun Bungai. Begitu juga terhadap pemerintah kabupaten juga harus dapat mendukung upaya pengendalian inflasi di Kalteng.<br /><br />Upaya pengendalian inflasi di Kalteng harus benar-benar dilakukan, jangan sampai akibat inflasi bisa menimbulkan pengaruh bagi perekonomian masyarakat, katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.