Inflasi Di Kaltim 0,43 Persen Selama November

Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami inflasi sebesar 0,43 persen akibat kenaikan harga konsumen (IHK) dari 128,98 poin Oktober menjadi 129,53 poin pada November 2010. <p style="text-align: justify;">"Sedangkan inflasi kalender 2010 atau sejak Januari-November 2010 mencapai 6,48 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Johny Anwar di Samarinda, Rabu. <br /><br />Dia melanjutkan, inflasi yang terjadi pada November karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada beberapa kelompok barang dan jasa, yakni kelompok bahan makanan naik sebesar 0,80 persen. <br /><br />Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik sebesar 0,68 persen, sandang naik 0,38 persen, kesehatan 0,36 persen, pendidikan rekreasi dan olahraga sebanyak 0,23 persen. <br /><br />Selanjutnya kelompok makanan instan, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,08 persen, sedangkan penurunan indeks harga terjadi pada kelompok transpor dan komunikasi sehingga deflasi minus 0,05 persen. <br /><br />Kelompok bahan makanan yang mengalami inflasi padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya naik 01,47 persen, ikan segar 0,93 persen, sayur-sayuran 0,08 persen, dan jenis bumbu-bumbuan berinflasi paling tinggi yang mencapai 4,87 persen. <br /><br />Kelompok perumahan yang mengalami kenaikan antara lain biaya tempat tinggal naik 1,16 persen, bahan bakar, penerangan dan air 0,01 persen, perlengkapan rumah tangga 0,32 persen, dan penyelenggaraan rumah tangga 0,51 persen. <br /><br />Jika dirinci menurut kota, lanjutnya, maka Samarinda mengalami inflasi 0,79 persen, Tarakan 0,50 persen, namun untuk Kota Balikpapan mengalami deflasi sebesar 0,04 persen selama November. <br /><br />Dilihat dari laju inflasi sejak Januari-November 2010, maka Samarinda terjadi inflasi sebesar 6,50 persen, Balikpapan 6,61 persen, dan Kota Tarakan mengalami sebesar 6,02 persen. <br /><br />Sedangkan dilihat laju inflasi year to year, atau dari November 2009 ke November 2010, Samarinda inflasi 6,78 persen, Balikpapan 6,95 persen, dan Tarakan sebesar 7,88 persen.<strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.