Infrastuktur Tak Genah Masyarakat Perbatasan (Senaning) Pilih Belanja Ke Malaysia

Rencana pemerintah Provinsi Kalbar akan membangun dua pos pemeriksaan lintas batas antara Indonesia (Kalbar) dengan Sarawak, Malaysia, di sambut baik oleh Darmalius, Kepala Desa Sebuluh, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang. <p style="text-align: justify;">Dua Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) yang akan dibangun itu, yakni di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, dan PPLB Jasa, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang.<br /><br />Khusus PPLB Jasa Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupeten Sintang, kita menyambut baik, kalau pemerintah masih peduli dengan kami yang berada di wilayah perbatasan.<br /><br />“Dulu kami di perbatasan kalau mau berpergian ke Serawak (Malaysia) cukup dengan surat keterangan saja, namun karena saat ini ketatnya penjagaan wilayah, maka kami di perbatasan tidak bisa lagi pulang pergi ke Malaysia khususnya berbelanja sembako dan berobat”.<br /><br />Lebih lanjut di katakan Darmalius, dengan kondisi ekonomi dan infrastruktur yang sangat parah saat ini, masyarakat diperbatasan susah untuk pergi ke kota Sintang maupun ke pusat kecamatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.<br /><br />“ Ya, untuk kita memenuhi kebutuhan sehari-hari karena infrastruktur tidak mendukung,  kita terpaksa harus main kucing-kucingan dengan aparat baik itu TNI maupun pihak keamanan Malaysia yang menjaga lintas batas”. <br /><br />Kalau tidak seperti itu, kita mau makan apa, ungkap Darmalius pada media ini, Rabu (26/11/2014) di Sintang.<br /><br />Hal yang sama di ungkapkan Liyus, Anggota DPRD Sintang, ia menjambut baik rencana pemerintah provinsi Kalbar yang akan membangun PPLB di Jasa, Kecamatan Ketungau Hulu.<br /><br />“Dengan dibangunnya PPLB ini nanti, kiranya akses ekonomi dan akses lainnya dapat terbuka dengan lebar, tinggal masyarakat saja pandai atau tidak memanfaatkan PPLB ini nanti, ketika sudah di buka aksesnya”.<br /><br />Selain itu Politisi PKP Indonesia ini juga mengharapkan kepada pemerintah, pembangunan PPLB ini nanti tidak hanya wacana dan hanya mengerjar proyek saja, namun pembagunan ini harus benar-benar di kerjakan demi kepentingan rakyat perbatasan.<br /><br />Selama ini wilayah perbatasan selalu di jual untuk mendapatkan proyek dan keuntungan oleh oknum-oknum tertentu, sehingga banyak dana yang di kucurkan untuk bangun wilayah perbatasan tapi hasilnya tidak memuaskan, ungkap Liyus. (kn)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.