Jalan Alternatif Dibuka, Jalan Utama kembali Diperbaiki

MELAWI – masyarakat yang menggunakan ruas jalan nanga Pinoh-Ella Hilir kini cukup merasa lega, sebab kini sudah dibuka kembali ruas jalan alternatif yang telah dilakukan pembukaan di dekat eks Logpon milik PT 88 dan menembus simpang Lengkong juga sudah hampir selesai diperbaiki. Jalan alternatif ini mengambil rute, Simpang Lengkong, Kelakik, hingga menembus BTN dan RSUD Melawi.

“Alhamdulillah, jalan alternatif menuju ke ruas jalan Ella Hilir sudah dibuka. Sehingga tidak melalui ruas jalan Nanga Pinoh Ella Hilir di jalur Tahlut lagi. Meskipun berdebu, namun paling tidak lalulintas kendaraan warga bisa lancar,” ungkap seorang warga desa kebebu yang setiap harinya harus turun ke Nanga Pinoh, Yusli, Jumat (16/2).
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Melawi, Makarius Horong, mengungkapkan jalan alternatif penghubung Pinoh-Ella juga hanya diperuntukkan bagi masyarakat saja. Truk pengangkut CPO maupun TBS dilarang melalui jalan tersebut. Ruas ini juga hanya diperuntukkan untuk angkutan sembako milik masyarakat serta sepeda motor dan mobil bertonase rendah.

“Perbaikannya sudah 80 persen. Tapi sudah bisa dilewati, jadi masyarakat juga sudah banyak yang melewati jalan ini. Kita juga sudah koordinasi dengan masyarakat dan aparatur desa setempat. Jadi nanti disana akan dipasang portal. Ini sudah kesepakatan dengan warga. Jadi ini untuk menghindari jalan ini dilewati truk tangki atau sawit,” katanya.

Senada dengan Horong, anggota DPRD Provinsi Kalbar, Amri Kalam meminta masyarakat disekitar ruas jalan alternatif untuk ikut berpartisipasi dengan menjaga dan mengantisipasi agar jalan tersebut tak dilalui kendaraan yang bermuatan berat.

“Utamakan jalan alternatif tersebut untuk kelancaran akses masyarakat kecil ke kota Nanga Pinoh yang menggunakan sepeda motor dan mobil-mobil masyarakat yang mengangkut kebutuhan sembako dengan muatan kapasitas sedang dan ringan,” ungkapnya.

Sementara terkait akses jalan utama Nanga Pinoh-Ella Hilir yang rusak, Pemkab Melawi bersama sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit kembali membuat kesepakatan menangani perbaikan Jalan Pinoh-Ella. Kesepakatan ini dibuat setelah bertemunya Bupati Panji bersama jajaran dengan perwakilan perusahaan beberapa hari lalu.

Dalam berita acara kesepakatan yang ditandatangani enam perusahaan disebutkan PT Sari Bumi Kusuma (SBK) membiayai BBM peralatan PU, kemudian PT Adau Agro Kalbar menyumbang dua unit dump truk, PT SMS menyumbang empat unit dump truk dan TLB, PT Citra Mahkota menyumbang satu unit excavator, empat unit dump truk dan satu unit TLB, PT Palma menyumbang dua unit dump truk, serta PT BPK menyumbang dua unit dump truk.

Atas kerusakan tersebut, Panji menyatakan, tak ingin ada yang harus disalahkan. Pemkab hanya ingin membangun kebersamaan dan rasa tanggung jawab karena jalan tersebut digunakan bersama-sama.

Nantinya, setiap perusahaan akan berkontribusi dalam perbaikan, baik untuk mengeluarkan alat berat atau dump truk untuk angkutan material, hingga bahan bakar.

“Jangan sampai nanti tumpang tindih dengan dana kas daerah. Karena kalau kita menggunakan dana pemerintah, bisa tumpang tindih dengan dana yang Rp3,5 miliar untuk peningkatan jalan di sana. Begitupula mengapa pemkab tak mengerahkan UPJJ dalam perbaikan tersebut. Ditakutkan nantinya akan tumpang tindih dengan peningkatan dana APBD 2018, mana yang UPJJ, mana yang lewat DAK 2018. Jadi kita gunakan swakelola untuk perbaikan jalan bersama agar tak ada tumpang tindih serta tak ada kesalahan yang tidak kita sengaja dari sisi hukum maupun administrasi,” jelasnya.

Perbaikan sudah dimulai sejak Kamis beberapa hari lalu. Dinas PU mengeluarkan alat berat Sedangkan perusahan membantu angkutan material yang diambil dari lahan milik PT Erna. Perbaikan tersebut belum diketahui berapa hari selesai. Naun Pemkab menargetkan akan diselesai maksimal 10 hari.

Perbaikan kedua kalinya ini akan diawasi langsung Dinas PUPR. Sementara perusahaan hanya membantu membawa material serta minyak untuk alat berat yang digunakan. Di lapangan, perbaikan ini hanya bersifat fungsional saja. “Kita hanya untuk fungsional saja. Bukan secara teknis PU. Karena kalau berdasarkan teknis memerlukan dana yang besar,” pungkasnya. (Edi/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.